Jalan Rusak Puluhan Tahun dan Rumah Sakit Pratama Terbengkalai, Warga Meranti Minta Perhatian Pemerintah

Batammediaindonesia.com, Selatpanjang– Kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menjadi perhatian masyarakat. Jalan yang disebut telah mengalami kerusakan selama puluhan tahun, khususnya akses menuju Desa Topang dan beberapa desa lainnya, membuat masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Tidak hanya persoalan jalan rusak, masyarakat juga menyoroti kondisi Rumah Sakit Pratama yang berada di Desa Penyagun, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, yang hingga saat ini dinilai belum terealisasikan sebagaimana yang diharapkan masyarakat.

Masyarakat berharap pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, serta aparat penegak hukum dan KPK dapat memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang terjadi di daerah tersebut.

Selain itu, masyarakat juga berharap adanya penelaahan terhadap pelaksanaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2022–2025. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong penggunaan anggaran yang semakin transparan dan akuntabel serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Di sisi lain, warga juga berharap sekolah dasar yang berada di Dusun Topang Selat dapat kembali difungsikan. Keberadaan sekolah tersebut dinilai dapat memudahkan akses pendidikan bagi anak-anak yang berada di desa tersebut. Tidak hanya untuk pendidikan, akses yang ada juga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Persoalan akses jalan yang memprihatinkan tidak hanya terjadi di Dusun Topang Selat. Masyarakat berharap kondisi jalan, sekolah, serta klinik pengobatan atau puskesmas yang ada di setiap desa di Kabupaten Kepulauan Meranti dapat menjadi perhatian pemerintah.

Masyarakat menilai fasilitas dasar tersebut sangat dibutuhkan oleh warga yang selama ini mengharapkan pembangunan yang dapat memberikan manfaat bagi kepentingan bersama.

“Saya rasa jika dari awal pemekaran Kabupaten Kepulauan Meranti, dengan anggaran dana yang ada diangsur, meskipun tidak bisa sepenuhnya direalisasikan untuk masyarakat, setidak-tidaknya ada pembangunan di setiap desa yang ada untuk kepentingan bersama, bukan pribadi,” ujar salah seorang warga.

Sorotan masyarakat juga tertuju pada pembangunan Rumah Sakit Pratama yang berada di Desa Penyagun, Kecamatan Rangsang.

Masyarakat mempertanyakan mengapa pembangunan Rumah Sakit Pratama tersebut hingga saat ini belum dapat direalisasikan dan dimanfaatkan oleh warga masyarakat.

Padahal, berdasarkan informasi yang disampaikan masyarakat, anggaran pembangunan Rumah Sakit Pratama di Desa Penyagun, Kecamatan Rangsang, disebut menelan biaya sekitar Rp42 miliar hingga Rp42,75 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Sementara itu, rencana awal pagu anggaran sosialisasi disebut mencapai Rp45 miliar, termasuk alokasi untuk alat kesehatan dan sarana pendukung.

Namun, hingga saat ini, kondisi bangunan Rumah Sakit Pratama tersebut menjadi perhatian masyarakat karena dinilai seperti bangunan yang terbengkalai.

Masyarakat pun mempertanyakan keberlanjutan pembangunan dan pemanfaatan fasilitas kesehatan tersebut. Jika Rumah Sakit Pratama tersebut dapat direalisasikan dan beroperasi sebagaimana yang diharapkan, masyarakat menilai keberadaannya akan sangat membantu warga dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

Selain itu, keberadaan rumah sakit tersebut juga dinilai dapat membuka peluang kerja bagi putra-putri daerah serta masyarakat yang membutuhkan pekerjaan.

Sudah saatnya putra-putri daerah Kabupaten Kepulauan Meranti ikut menyuarakan berbagai persoalan pembangunan yang dinilai belum terealisasi sebagaimana harapan masyarakat.

Masyarakat berharap apa yang menjadi kebutuhan bersama dapat segera mendapatkan perhatian pemerintah, sehingga warga di setiap desa yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti dapat merasakan pembangunan dan fasilitas yang selama ini mereka harapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *