Batammediaindonesia.com, Kampar – Kehadiran Polri di tengah masyarakat terus diperkuat, tidak hanya melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dengan membangun kedekatan bersama dunia pendidikan serta menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda.
Semangat tersebut ditunjukkan Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursyid, SH, saat menjadi pembina upacara di Pondok Pesantren As Salam, Desa Naga Beralih, Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar, Senin (10 – 08 – 26).
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Police Goes to School dan Green Policing tersebut dimulai sekitar pukul 07.30 WIB. Ratusan santri dan santriwati bersama kepala sekolah, majelis guru serta staf Pondok Pesantren As Salam mengikuti upacara dengan tertib.
Turut hadir Kepala Sekolah MA PP As Salam Gustri Foni, S.Th.I., M.Pd., Kepala Sekolah MTs PP As Salam Dr. M. Amin, S.Pd.I., M.Si., Kepala Pendidikan Diniyah Fahrudin, S.Ag., Kepala Pendidikan Diniyah Formal Wustha Azwir, S.Ag., MH, Ps. Kanit Intelkam AIPTU Afdal Rizon, serta para guru dan staf pondok pesantren.
Peserta upacara terdiri dari dua pleton majelis guru dan 12 pleton santri serta santriwati.
Dalam amanatnya, AKP Asdisyah Mursyid mengajak seluruh peserta untuk senantiasa bersyukur atas kesehatan dan kesempatan sehingga dapat mengikuti kegiatan upacara dengan baik.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Pondok Pesantren As Salam yang telah memberikan kesempatan kepada dirinya untuk hadir sekaligus menyampaikan pesan kepada para santri.
Di hadapan ratusan santri, Kapolsek Kampar menegaskan bahwa para pelajar merupakan generasi penerus yang kelak akan menentukan arah masa depan bangsa.
“Anak-anak adalah tunas harapan bangsa yang akan menggantikan kita di masa yang akan datang,” pesannya.
Menurutnya, janji pelajar yang telah diucapkan dalam upacara bukan sekadar rangkaian kata, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia kemudian menitipkan tiga nilai penting yang harus menjadi pegangan para santri dalam meraih kesuksesan, yakni jujur, disiplin dan berani.
“Kesuksesan itu ada tiga kuncinya, yaitu jujur, disiplin dan berani,” tegas AKP Asdisyah.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang pelajar tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh karakter, akhlak dan keberanian dalam mengambil keputusan yang benar.
Kapolsek Kampar juga mengajak para santri untuk memanfaatkan waktu belajar sebaik mungkin. Menurutnya, pendidikan tidak hanya diperoleh dari buku maupun guru, tetapi juga melalui pengalaman, pergaulan dan interaksi positif dengan lingkungan sekitar.
Para santri diminta menghargai waktu, saling menghormati, membangun rasa empati serta menjauhi tindakan perundungan atau bullying.
“Jangan membully teman. Jangan mengambil barang milik orang lain. Belajarlah untuk berakhlak dan memiliki empati, ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain,” pesannya.
Ingatkan Bahaya Membakar Sampah dan Lahan
Tidak hanya berbicara mengenai pendidikan karakter, AKP Asdisyah juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan.
Dalam amanatnya, ia meminta para santri dan seluruh warga pondok pesantren tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan yang dapat memicu terjadinya kebakaran, terlebih di tengah kondisi cuaca panas.
“Jangan ada yang membakar sampah dan lahan yang dapat mengakibatkan kebakaran. Apabila ada yang membakar, akan dilakukan tindakan hukum terhadap pelakunya,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi bagian dari semangat Green Policing, yang mendorong kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membangun kesadaran sejak dini di kalangan generasi muda.
Beri Penghargaan, Lanjut Tanam Pohon Matoa
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian hadiah kepada santri dan santriwati Pondok Pesantren As Salam yang berhasil meraih prestasi dalam Lomba Pramuka Tingkat Provinsi Riau.
Hadiah tersebut diserahkan langsung oleh Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursyid, SH. Pemberian penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap semangat dan prestasi para santri dalam mengembangkan kemampuan di luar bidang akademik.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aksi Green Policing, berupa penanaman bibit pohon di lingkungan Pondok Pesantren As Salam.
Sebanyak tiga bibit pohon matoa ditanam sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya menanamkan budaya cinta lingkungan kepada generasi muda.
Penanaman pohon tersebut menjadi pesan sederhana namun bermakna bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Generasi muda pun diharapkan tidak hanya menjadi penerus bangsa yang berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap alam dan lingkungan tempat mereka hidup.
Kehadiran Kapolsek Kampar di Pondok Pesantren As Salam menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak sebatas penegakan hukum. Polri juga hadir sebagai mitra masyarakat, pembina generasi muda dan penggerak kepedulian sosial serta lingkungan.
Melalui program Police Goes to School dan Green Policing, Polsek Kampar terus membangun komunikasi dengan lingkungan pendidikan sekaligus memberikan edukasi yang menyentuh aspek karakter, kedisiplinan, keamanan hingga kepedulian lingkungan.
Para santri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang jujur, disiplin, berani, berakhlak, peduli terhadap sesama dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 09.30 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib, lancar, terkendali dan kondusif.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa ketika Polri hadir lebih dekat dengan masyarakat dan dunia pendidikan, pesan tentang keamanan, karakter serta kepedulian lingkungan dapat disampaikan dengan cara yang lebih humanis dan menyentuh generasi penerus bangsa.






