Batammediaindonesia.com, Batam – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam terus memperkuat program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pembinaan keagamaan. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pembiasaan pelaksanaan sholat lima waktu berjamaah sebagai upaya membentuk karakter, meningkatkan kedisiplinan, serta memperkuat nilai-nilai spiritual selama menjalani masa pembinaan.
Kegiatan yang dipusatkan di masjid Lapas tersebut diikuti oleh warga binaan secara tertib dan khusyuk. Melalui pembinaan rohani yang dilakukan secara berkelanjutan, warga binaan tidak hanya diarahkan untuk menjalankan kewajiban ibadah, tetapi juga didorong melakukan introspeksi diri, memperbaiki akhlak, serta menumbuhkan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat. Pendekatan pembinaan berbasis keagamaan memang menjadi salah satu program yang diterapkan di lingkungan pemasyarakatan untuk mendukung proses perubahan perilaku warga binaan.
Program sholat lima waktu berjamaah juga menjadi sarana menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, dan kepatuhan terhadap aturan. Suasana ibadah yang tertib diharapkan mampu membangun kesadaran bahwa perubahan diri dimulai dari kedekatan kepada Tuhan serta komitmen untuk meninggalkan perilaku yang bertentangan dengan hukum dan norma masyarakat.
Melalui pembinaan kepribadian yang berkesinambungan, Lapas Kelas IIA Batam menegaskan komitmennya menjalankan fungsi pemasyarakatan, yakni membina warga binaan agar memiliki bekal moral, mental, dan spiritual yang lebih kuat. Harapannya, setelah menyelesaikan masa pidana, para warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih bertanggung jawab, produktif, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga, lingkungan, dan bangsa. (Red)












