Kapolda Kepri Hadiri Peresmian Ponpes Nur Iman Madani di Pulau Kasu, 2.500 Bendera Merah Putih Dibagikan

Batammediaindonesia.com, Batam– Suasana penuh khidmat, kebersamaan, dan semangat kebangsaan mewarnai peresmian Pondok Pesantren Nur Iman Madani di Pulau Kasu, Kota Batam, Minggu (02 – 08 – 26). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Pulau Kasu, sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun generasi muda yang religius, berkarakter, serta memiliki kecintaan yang kuat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., turut hadir langsung dalam kegiatan peresmian tersebut. Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polda Kepri itu menjadi bentuk nyata dukungan Polri terhadap penguatan pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan dan karakteristik tersendiri.

Pondok Pesantren Nur Iman Madani diharapkan tidak hanya menjadi tempat untuk menimba ilmu agama, tetapi juga menjadi pusat pembentukan akhlak, moral, dan karakter generasi penerus bangsa. Keberadaan lembaga pendidikan keagamaan tersebut diharapkan mampu melahirkan anak-anak muda yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kedalaman spiritual, kepedulian sosial, serta wawasan kebangsaan.

Peresmian Pondok Pesantren Nur Iman Madani turut dihadiri Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau H. Iman Sutiawan, unsur Forkopimda Provinsi Kepulauan Riau, jajaran pejabat terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga Pulau Kasu yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, khususnya pendidikan keagamaan, membutuhkan kolaborasi dan gotong royong dari seluruh komponen bangsa. Pondok pesantren dinilai memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memahami nilai-nilai keagamaan, tetapi juga memiliki rasa tanggung jawab terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Rangkaian kegiatan peresmian diawali dengan penyambutan Tari Sekapur Sirih yang menjadi simbol penghormatan dan penerimaan masyarakat setempat terhadap para tamu undangan. Nuansa kebersamaan semakin terasa ketika para tokoh dan masyarakat mengikuti sejumlah agenda penting, mulai dari penanaman pohon kurma, penandatanganan prasasti, hingga prosesi peresmian Pondok Pesantren Nur Iman Madani.

Peresmian dilakukan oleh Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani bersama Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf. Momen tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan Pondok Pesantren Nur Iman Madani dalam menjalankan peran sebagai salah satu pusat pendidikan dan pembinaan generasi muda di Pulau Kasu.

BACA JUGA  Deputi Imigrasi dan Pemasyarakatan Kemenko Kumham Imipas Kunjungi Lapas Batam, Bahas Penanganan Overstaying dan Kesiapan Implementasi KUHP Baru

Selain peresmian pondok pesantren, kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan Bendera Merah Putih secara simbolis kepada masyarakat. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari pesan kebangsaan yang kuat, bahwa semangat mencintai tanah air harus terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi penerus.

Semangat tersebut semakin diperkuat melalui Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepulauan Riau. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 2.500 Bendera Merah Putih lengkap dengan tiangnya dibagikan kepada masyarakat Pulau Kasu.

Pembagian ribuan bendera tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga semangat persatuan, memperkuat rasa cinta tanah air, serta menumbuhkan kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Masyarakat Pulau Kasu bersama jajaran kepolisian kemudian turut melakukan pemasangan Bendera Merah Putih. Pemandangan tersebut menjadi gambaran nyata semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat kepulauan dalam menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bendera Merah Putih yang dikibarkan di rumah-rumah warga diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia merupakan hasil perjuangan panjang para pahlawan. Karena itu, semangat kemerdekaan harus terus dijaga melalui persatuan, toleransi, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.

Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau H. Iman Sutiawan dalam sambutannya menyampaikan harapan agar Pondok Pesantren Nur Iman Madani dapat menjadi wadah pendidikan yang mampu mencetak generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia dan memiliki ilmu pengetahuan.

Menurutnya, pendidikan agama memiliki posisi penting dalam membangun karakter generasi muda. Dengan fondasi agama dan moral yang kuat, generasi muda diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Pondok pesantren juga diharapkan mampu menjadi tempat lahirnya generasi yang memiliki semangat kebangsaan, menjunjung tinggi toleransi, serta mampu menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Sementara itu, Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani memberikan apresiasi terhadap berdirinya Pondok Pesantren Nur Iman Madani. Menurutnya, keberadaan pondok pesantren tersebut merupakan hasil dari semangat sinergi dan gotong royong berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan pendidikan dan pembinaan generasi muda.

Ia berharap Pondok Pesantren Nur Iman Madani dapat berkembang menjadi lembaga pendidikan yang mampu melahirkan generasi muda yang religius, memiliki karakter kuat, berwawasan kebangsaan, serta mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

BACA JUGA  Kanwil Dirjen Imigrasi Kepri Gelar Rapat Koordinasi Timpora Tingkat Provinsi Tahun 2026

Harapan tersebut dinilai sangat penting mengingat generasi muda merupakan penerus estafet kepemimpinan bangsa di masa mendatang. Oleh karena itu, pembangunan karakter dan penanaman nilai-nilai kebangsaan harus dilakukan sejak dini melalui lingkungan keluarga, sekolah, pondok pesantren, serta kehidupan bermasyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menegaskan komitmen Polda Kepri untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Situasi kamtibmas yang aman dan kondusif dapat terwujud apabila seluruh pihak memiliki kepedulian dan berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing.

Kapolda juga menilai pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang memiliki akhlak mulia, wawasan keagamaan, serta pemahaman yang kuat mengenai nilai-nilai kebangsaan.

Pendidikan agama yang dibarengi dengan wawasan kebangsaan diharapkan dapat menjadi fondasi bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi pribadi yang toleran, cinta damai, bertanggung jawab, dan memiliki semangat menjaga persatuan bangsa.

Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat, pembentukan karakter generasi muda menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Karena itu, sinergi antara institusi pendidikan, pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat menjadi sangat penting.

Melalui keberadaan Pondok Pesantren Nur Iman Madani, diharapkan akan lahir generasi muda Pulau Kasu yang mampu berkontribusi positif bagi masyarakat, daerah, dan bangsa. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang unggul dalam bidang pendidikan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial dan mampu menjadi pelopor dalam menjaga kerukunan serta persatuan.

Apresiasi juga disampaikan oleh Lurah Pulau Kasu kepada Kapolda Kepulauan Riau dan jajaran Polda Kepri atas bantuan Bendera Merah Putih beserta tiangnya kepada masyarakat.

Bantuan tersebut dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat di wilayah kepulauan. Kehadiran ribuan bendera di tengah masyarakat diharapkan semakin meningkatkan semangat warga dalam menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain menjadi simbol nasionalisme, pembagian bendera juga menjadi sarana untuk mendekatkan kepolisian dengan masyarakat. Polri tidak hanya hadir dalam menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga hadir melalui kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang menyentuh langsung kehidupan warga.

BACA JUGA  Kapolda Kepri Terima Courtesy Call Security Advisor UNDSS, Perkuat Sinergi Keamanan Internasional

Kegiatan peresmian Pondok Pesantren Nur Iman Madani kemudian ditutup dengan tausiah kebangsaan dan lantunan shalawat yang dipimpin oleh Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf. Suasana religius dan penuh kebersamaan semakin terasa ketika masyarakat bersama para tamu undangan mengikuti rangkaian penutup tersebut.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai agama dan nilai kebangsaan dapat berjalan beriringan dalam kehidupan masyarakat. Keduanya menjadi fondasi penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis, aman, dan penuh toleransi.

Di sisi lain, Polda Kepri juga terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif. Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta ikut menjaga lingkungan dari berbagai potensi gangguan keamanan.

Terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kepulauan Riau.

Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa Polri menyediakan Layanan Kepolisian 110 yang dapat dimanfaatkan selama 24 jam secara gratis. Layanan tersebut dapat digunakan masyarakat apabila membutuhkan bantuan kepolisian maupun ingin menyampaikan pengaduan terkait situasi yang membutuhkan penanganan aparat.

Dengan peresmian Pondok Pesantren Nur Iman Madani, pembagian 2.500 Bendera Merah Putih, serta tausiah kebangsaan yang digelar di Pulau Kasu, kegiatan tersebut menjadi momentum yang sarat dengan pesan persatuan.

Semangat membangun pendidikan keagamaan berjalan beriringan dengan semangat menjaga nasionalisme. Sinergi antara Polri, pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga menjadi kekuatan penting dalam menciptakan generasi penerus yang tidak hanya cerdas dan religius, tetapi juga memiliki karakter kuat serta kecintaan terhadap tanah air.

Dari Pulau Kasu, semangat tersebut diharapkan terus menyebar ke seluruh wilayah Kepulauan Riau. Sebab, menjaga Indonesia bukan hanya tentang mempertahankan keamanan, tetapi juga tentang membangun manusia yang berakhlak, menjaga persatuan, merawat toleransi, serta menanamkan kecintaan terhadap Merah Putih di hati setiap generasi.

Momentum peresmian Pondok Pesantren Nur Iman Madani dan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih pun menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat semangat kebangsaan di wilayah kepulauan. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, masyarakat diharapkan terus menjaga persatuan serta bersama-sama mewujudkan Kepulauan Riau yang aman, damai, religius, dan semakin maju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *