Kapolda Kepri Hadiri Rempang Ceria, Dukung Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih untuk Masa Depan Generasi Muda

Batammediaindonesia.com, Batam – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan “Rempang Ceria Bersama Sekolah Terintegrasi Merah Putih” yang digelar di Pantai Kalat, Rempang Cate, Kecamatan Galang, Kota Batam, Minggu (02 – 08 – 26). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan sektor pendidikan sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat

Kegiatan Rempang Ceria menjadi momentum penting dalam mendukung rencana pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di wilayah Rempang. Program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia, khususnya bagi masyarakat di kawasan Rempang dan sekitarnya.

Kehadiran Kapolda Kepri dalam kegiatan tersebut turut memperlihatkan komitmen kepolisian untuk mendukung berbagai program pembangunan nasional yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Tidak hanya dari sisi keamanan dan ketertiban, pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan itu turut dihadiri Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., Kepala BP Batam Amsakar Achmad, S.Sos., M.Si., Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, para Pejabat Utama Polda Kepri, sejumlah Deputi BP Batam, Staf Khusus Menteri Transmigrasi Kolonel CPM Yudo Pramono, Kapolresta Barelang, Anggota DPRD Kota Batam Fraksi Gerindra Anwar Anas, Manajemen Makmur Elograha, tokoh masyarakat, masyarakat Rempang Cate, serta perwakilan siswa dari jenjang TK, SD, dan SMP.

Kebersamaan berbagai unsur tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan pendidikan membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari banyak pihak. Pemerintah, BP Batam, TNI-Polri, dunia usaha, tokoh masyarakat, hingga masyarakat secara luas memiliki peran penting dalam memastikan program pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi generasi penerus.

Dalam sambutannya, Kepala BP Batam Amsakar Achmad menyampaikan bahwa kegiatan Rempang Ceria Bersama Sekolah Terintegrasi Merah Putih tidak hanya menjadi kegiatan kebersamaan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk memberikan semangat serta membangun optimisme, khususnya bagi anak-anak di wilayah Rempang.

BACA JUGA  Batam Tembus Final ADLG Awards 2026, Firmansyah Tegaskan Transformasi Digital Bukan Sekadar Banyak Aplikasi

Menurutnya, anak-anak merupakan bagian penting dari masa depan bangsa yang harus mendapatkan perhatian dan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Oleh sebab itu, pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih diharapkan mampu memberikan ruang pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda.

Amsakar juga menyampaikan bahwa kegiatan Rempang Ceria digelar bertepatan dengan momentum Hari Anak Nasional dan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Momentum tersebut dinilai sangat tepat untuk menumbuhkan semangat kebangsaan sekaligus menunjukkan perhatian bersama terhadap tumbuh kembang dan masa depan anak-anak Indonesia.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun suasana yang positif di tengah masyarakat. Pemerintah ingin memastikan bahwa masyarakat Rempang, khususnya anak-anak dan generasi muda, dapat terus menatap masa depan dengan penuh harapan dan optimisme.

Amsakar menjelaskan, pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih merupakan salah satu langkah strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul. Sekolah tersebut dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang mengintegrasikan jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Konsep pendidikan yang terintegrasi tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Dengan berada dalam satu kawasan, proses pendidikan dan pembinaan karakter para peserta didik dapat dilakukan secara lebih terarah serta didukung dengan berbagai fasilitas penunjang.

Sementara itu, Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih merupakan bagian dari program nasional Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menjadi salah satu upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas, gratis, dan berasrama.

BACA JUGA  Karutan Batam Turun Langsung Sapa Warga Binaan, Pastikan Hak dan Pelayanan Terpenuhi Secara Optimal

Sekolah tersebut direncanakan dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 18 hektare. Kawasan ini akan dirancang sebagai pusat pendidikan terpadu yang menggabungkan jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu lingkungan pendidikan berasrama.

Tidak hanya menyediakan ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar, Sekolah Terintegrasi Merah Putih juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung. Di antaranya asrama bagi peserta didik, rumah susun guru, perpustakaan, gedung serbaguna, sarana ibadah, fasilitas olahraga, serta area yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran dan pengembangan karakter.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang modern, inklusif, nyaman, dan berkualitas. Dengan dukungan fasilitas yang memadai, para siswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga mendapatkan pembinaan karakter, keterampilan, kedisiplinan, serta kesempatan untuk mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki.

Pembangunan sekolah tersebut juga diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan masyarakat Rempang dan Kota Batam secara keseluruhan. Pendidikan yang berkualitas diyakini dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak untuk meraih cita-cita sekaligus meningkatkan daya saing sumber daya manusia di masa mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin menyampaikan bahwa kehadiran Polda Kepri dalam kegiatan Rempang Ceria merupakan bentuk dukungan terhadap program pembangunan nasional yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Kapolda, pembangunan pendidikan memiliki arti penting dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa. Karena itu, kepolisian berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif sehingga berbagai program pembangunan strategis dapat dilaksanakan dengan aman, tertib, dan lancar.

Polda Kepri, kata Asep Safrudin, akan terus membangun sinergi bersama pemerintah daerah, BP Batam, TNI, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kepulauan Riau.

BACA JUGA  Tanamkan Budaya Keselamatan Sejak Dini, Srikandi PLN Batam Edukasi Ratusan Santri dan Serahkan APAR di PPIT Imam Syafi'i

Sinergi tersebut menjadi salah satu kunci penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan. Dengan situasi keamanan yang kondusif, masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan nyaman, sementara proses pembangunan dapat berlangsung sesuai dengan rencana.

Kapolda juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan yang memberikan manfaat bagi generasi mendatang. Pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai pihak lainnya.

“Melalui sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang dapat menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin.

Kegiatan Rempang Ceria pun menjadi momentum yang memperkuat semangat kebersamaan dalam mendukung masa depan anak-anak. Kehadiran para siswa dari jenjang TK, SD, dan SMP dalam kegiatan tersebut turut memberikan warna tersendiri sekaligus menjadi simbol bahwa pembangunan pendidikan pada akhirnya ditujukan untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa.

Dengan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Rempang diharapkan tidak hanya berkembang dari sisi infrastruktur, tetapi juga mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan memiliki karakter kuat. Pendidikan yang terintegrasi dan berkualitas diharapkan menjadi bekal penting bagi anak-anak untuk menghadapi tantangan masa depan sekaligus mengambil peran dalam pembangunan Indonesia.

Semangat kolaborasi yang ditunjukkan melalui kegiatan Rempang Ceria menjadi pesan bahwa pembangunan bukan hanya tentang membangun sarana dan prasarana, tetapi juga tentang membangun manusia. Dengan dukungan semua pihak, pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang diharapkan dapat menjadi salah satu tonggak penting dalam mewujudkan masa depan pendidikan yang lebih baik bagi generasi muda di Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *