Panen Terong di Lapas Narkotika Rumbai, Wujud Pembinaan Produktif Perkuat Ketahanan Pangan

Batammediaindonesia.com, Pekanbaru – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai dalam mendukung program ketahanan pangan nasional kembali dibuktikan melalui kegiatan panen terong yang berlangsung di area pertanian dalam lingkungan lapas, Rabu (05 – 08 – 26). Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga mampu menjadi pusat pemberdayaan yang menghasilkan manfaat bagi masyarakat dan negara.

Hamparan tanaman terong yang tumbuh subur di lahan pertanian lapas menjadi hasil dari kerja keras, kedisiplinan, serta semangat para petugas bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Sejak tahap pengolahan lahan, penyemaian benih, penanaman, pemeliharaan, hingga masa panen, seluruh proses dilakukan secara terencana dan berkesinambungan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan di Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai.

Kegiatan panen tersebut berlangsung dengan penuh semangat. Petugas dan Warga Binaan bekerja sama memetik terong-terong yang telah memasuki masa panen dengan kualitas yang baik. Hasil panen menunjukkan bahwa pengelolaan lahan pertanian di lingkungan lapas mampu menghasilkan komoditas yang sehat, segar, dan bernilai manfaat tinggi.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai, Reinhards Indra Pitoy, mengatakan bahwa program pertanian merupakan salah satu bentuk pembinaan yang memberikan dampak positif secara langsung bagi Warga Binaan. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta etos kerja.

“Melalui kegiatan pertanian ini, kami ingin menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan setelah kembali ke tengah masyarakat. Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program pembinaan dapat menjadi modal untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan mandiri,” ujarnya.

BACA JUGA  Dihadiri Wali Kota Pekanbaru, Adi Suyono Bersama Yusri, Muhammad Safi’i, Rokib, dan Rozi Resmi Dilantik Jadi Pengurus RW dan RT

Lebih lanjut, Reinhards menjelaskan bahwa pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian merupakan salah satu implementasi nyata dari sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pembentukan manusia yang produktif. Warga Binaan diberikan kesempatan untuk belajar secara langsung mengenai teknik budidaya tanaman, mulai dari pengolahan media tanam, pemupukan, pengendalian hama, hingga proses panen yang sesuai dengan standar pertanian yang baik.

Selain meningkatkan keterampilan, aktivitas pertanian juga memberikan dampak positif terhadap kondisi psikologis Warga Binaan. Melalui kegiatan yang produktif, mereka belajar menghargai proses, bekerja sama dalam tim, serta membangun rasa percaya diri melalui hasil kerja yang nyata. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembinaan agar mereka mampu beradaptasi ketika kembali ke lingkungan masyarakat.

Program pertanian di Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai juga menjadi bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Pemanfaatan lahan yang tersedia secara optimal menjadi salah satu langkah strategis untuk menghasilkan komoditas pangan yang bermanfaat sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan ketersediaan pangan.

Hasil panen terong yang diperoleh selanjutnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di lingkungan lapas. Dengan demikian, hasil pertanian tidak hanya menjadi simbol keberhasilan program pembinaan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi melalui pengurangan kebutuhan pembelian bahan pangan dari luar.

Keberhasilan panen kali ini menunjukkan bahwa dengan pengelolaan yang baik, lahan yang tersedia di lingkungan pemasyarakatan mampu menjadi area produktif yang menghasilkan berbagai komoditas pertanian. Capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi petugas dan Warga Binaan untuk terus mengembangkan sektor pertanian dengan menanam berbagai jenis tanaman hortikultura lainnya.

Dalam pelaksanaannya, petugas pembinaan secara rutin memberikan pendampingan kepada Warga Binaan agar seluruh tahapan budidaya dapat dilakukan dengan benar. Pendampingan tersebut meliputi teknik penanaman, perawatan tanaman, pemupukan, penyiraman, hingga penanganan tanaman yang terserang hama. Melalui proses tersebut, Warga Binaan memperoleh pengalaman praktik yang dapat diterapkan ketika kembali ke kehidupan bermasyarakat.

BACA JUGA  Polantas Karib Hadir di Car Free Day Pekanbaru, Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas Sapa Masyarakat

Suasana kebersamaan terlihat selama proses panen berlangsung. Petugas dan Warga Binaan saling bekerja sama memanen hasil kebun dengan penuh rasa syukur. Kebersamaan ini mencerminkan bahwa proses pembinaan di dalam lapas tidak hanya berorientasi pada penegakan aturan, tetapi juga membangun hubungan yang harmonis melalui kegiatan-kegiatan positif yang memberikan manfaat nyata.

Program ketahanan pangan yang dijalankan Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai juga sejalan dengan semangat transformasi pemasyarakatan yang menempatkan pembinaan sebagai prioritas utama. Melalui pembinaan yang terarah, diharapkan setiap Warga Binaan mampu meningkatkan kualitas diri, memiliki keterampilan kerja, dan siap menjalani kehidupan yang lebih produktif setelah bebas.

Ke depan, Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program pembinaan berbasis kemandirian, khususnya di bidang pertanian. Berbagai inovasi akan terus dilakukan agar pemanfaatan lahan semakin optimal, produktivitas meningkat, dan jenis tanaman yang dibudidayakan semakin beragam.

Panen terong ini menjadi bukti bahwa semangat perubahan dapat tumbuh di mana saja, termasuk di balik tembok pemasyarakatan. Dari setiap benih yang ditanam, tersimpan harapan akan lahirnya pribadi-pribadi yang lebih mandiri, bertanggung jawab, dan siap kembali menjadi bagian dari masyarakat. Melalui kerja keras, pembinaan yang berkelanjutan, serta sinergi antara petugas dan Warga Binaan, Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai terus menghadirkan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mewujudkan sistem pemasyarakatan yang semakin produktif, humanis, dan berdampak positif bagi bangsa.

 

Sumber: Humas Lapas Rumbai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *