Batammediaindonesia.com, Siak – Komitmen Polri dalam mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya di sektor ketahanan pangan, terus diwujudkan melalui berbagai aksi nyata di lapangan. Salah satunya dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Kampung Sri Gading, Polsek Lubuk Dalam, yang secara konsisten mendampingi para petani sejak proses penanaman hingga menjelang masa panen.
Memasuki usia tanam sekitar 104 hari, tanaman jagung pipil yang dibudidayakan di Kampung Sri Gading, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, kini telah memasuki fase siap panen. Kondisi tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi para petani sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat mampu menghasilkan sektor pertanian yang produktif.
Pada Jumat, 7 Agustus 2026, sekitar pukul 10.00 WIB, Bhabinkamtibmas Kampung Sri Gading, Aipda Basri Durin, S.H., melaksanakan pengecekan langsung ke lahan pertanian jagung milik kelompok tani. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman tetap optimal menjelang panen sekaligus mempersiapkan langkah-langkah lanjutan agar hasil panen dapat terserap dengan baik.
Di atas lahan seluas sekitar 0,5 hektare tersebut, hamparan jagung pipil tampak tumbuh subur dengan tongkol yang telah terisi penuh. Kondisi tanaman yang sehat menjadi indikator keberhasilan para petani dalam menerapkan pola budidaya yang baik, didukung pendampingan dari berbagai pihak, termasuk kepolisian melalui peran aktif Bhabinkamtibmas.
Tidak hanya melakukan pengecekan kondisi tanaman, Aipda Basri Durin juga berdialog langsung dengan para petani guna mengetahui berbagai kendala yang dihadapi selama proses budidaya. Komunikasi yang terjalin secara terbuka menjadi salah satu bentuk pendekatan humanis Polri dalam memberikan rasa aman sekaligus motivasi kepada masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga melakukan koordinasi bersama kelompok tani mengenai tahapan pascapanen. Salah satu fokus utama adalah memastikan hasil panen jagung nantinya dapat dikawal hingga proses penyaluran ke Perum Bulog. Langkah tersebut bertujuan agar hasil produksi petani terserap secara maksimal serta memberikan kepastian pasar sehingga mampu menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
Pendampingan hingga proses distribusi merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung program-program strategis pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Program ketahanan pangan yang saat ini menjadi salah satu prioritas nasional membutuhkan kolaborasi dari seluruh elemen bangsa. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah aktivitas pertanian menjadi bukti nyata bahwa Polri memiliki peran strategis dalam mengawal keberhasilan program tersebut, mulai dari proses penanaman, pemeliharaan, panen hingga pemasaran hasil produksi.
Salah seorang petani Kampung Sri Gading mengaku bersyukur karena tanaman jagung yang mereka budidayakan mampu tumbuh dengan baik hingga memasuki masa panen. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas memberikan semangat tersendiri bagi para petani.
“Alhamdulillah jagung kami tumbuh bagus dan sudah siap panen. Kami berharap hasil panen kali ini melimpah dan harga di Bulog bagus, sehingga bisa membantu meningkatkan ekonomi keluarga kami,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kepastian penyerapan hasil panen menjadi harapan besar bagi seluruh petani. Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan kepolisian, para petani merasa lebih optimistis untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian pada musim tanam berikutnya.
Sementara itu, Kapolsek Lubuk Dalam, Iptu Marhengky, S.Sos., M.H., menyampaikan apresiasi kepada Bhabinkamtibmas Kampung Sri Gading yang terus aktif mendampingi masyarakat, khususnya para petani, dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, keterlibatan personel Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk implementasi nyata pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran polisi tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam mendorong peningkatan kesejahteraan melalui sektor pangan.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Pendampingan dari Bhabinkamtibmas sampai ke Bulog ini penting agar hasil panen petani terserap dan harganya stabil. Ini bukti Polri hadir untuk petani. Petani sejahtera, ketahanan pangan nasional kuat,” tegas Kapolsek.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, penyuluh pertanian, Bulog, kelompok tani, hingga masyarakat secara luas agar target swasembada pangan dapat diwujudkan secara berkelanjutan.
Kapolsek juga berharap keberhasilan panen jagung di Kampung Sri Gading dapat menjadi motivasi bagi kelompok tani lainnya untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan pengelolaan lahan yang baik, pendampingan yang berkesinambungan, serta kepastian pemasaran hasil panen, sektor pertanian diyakini akan menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat perekonomian masyarakat.
Di sisi lain, keberadaan Bulog sebagai lembaga yang menyerap hasil panen petani diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus memberikan kepastian bagi petani dalam memasarkan hasil produksinya. Dengan demikian, kesejahteraan petani dapat terus meningkat seiring bertambahnya produktivitas pertanian.
Keberhasilan budidaya jagung di Kampung Sri Gading menjadi gambaran bahwa semangat gotong royong, kolaborasi, dan pendampingan yang berkesinambungan mampu menghasilkan dampak positif bagi masyarakat. Program ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai peningkatan produksi, tetapi juga tentang bagaimana seluruh hasil pertanian dapat terserap secara optimal sehingga memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi petani.
Melalui kegiatan pengecekan menjelang panen ini, Polsek Lubuk Dalam kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, sekaligus mitra pembangunan. Pendampingan terhadap para petani akan terus dilakukan mulai dari masa tanam, perawatan, panen, hingga distribusi hasil ke Bulog sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan ketahanan pangan nasional yang kuat, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.








