Waspada Musim Kemarau, Polres Kampar Gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026

Batammediaindonesia.com, Kampar – Memasuki musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polres Kampar menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Apel Mapolres Kampar, Jumat (07 – 08 – 26) pagi.

Apel ini menjadi simbol kesiapan seluruh unsur pemerintah, TNI, Polri, dan berbagai instansi terkait dalam menghadapi ancaman karhutla yang setiap tahun berpotensi terjadi saat musim kemarau. Tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, apel tersebut juga menjadi momentum memperkuat koordinasi lintas sektoral agar seluruh personel memiliki kesiapan yang sama dalam melakukan pencegahan, penanganan cepat, hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang dan dihadiri Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Ir. Azwan, M.Si. yang mewakili Bupati Kampar, Pasi Ops Kodim 0313/KPR Kapten Inf. Boby Carles mewakili Dandim 0313/KPR, Ketua Pengadilan Negeri Bangkinang Noviyanto Hermawan, S.H., Wakapolres Kampar Kompol Rizky Hidayat, para pejabat utama Polres Kampar, seluruh Kapolsek jajaran, serta perwakilan dari berbagai instansi pemerintah dan unsur pendukung lainnya.

Suasana apel berlangsung penuh semangat. Puluhan personel dari berbagai unsur berdiri dalam barisan sebagai bukti nyata bahwa penanggulangan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Hadir dalam apel tersebut personel Polres Kampar, TNI, Satpol PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, Taruna Siaga Bencana (Tagana), hingga kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang selama ini menjadi garda terdepan dalam membantu pencegahan kebakaran di tingkat desa.

Dalam amanatnya, Kapolres Kampar menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan karhutla tidak hanya bergantung pada kemampuan memadamkan api, tetapi lebih penting lagi adalah mencegah api muncul sejak awal. Pencegahan, menurutnya, harus menjadi prioritas utama seluruh pihak.

BACA JUGA  Polsek Kampar Konsisten Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Rutin Pantau Pertumbuhan Jagung di Desa Kayu Aro

“Utamakan langkah-langkah pencegahan melalui patroli rutin, deteksi dini, sosialisasi kepada masyarakat, serta pemantauan titik panas secara berkesinambungan. Dengan sinergi yang kuat, setiap potensi kebakaran dapat segera diketahui dan ditangani sebelum meluas,” tegas Kapolres.

Ia menjelaskan, pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menjadi pelajaran berharga bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, dunia pendidikan, hingga sektor transportasi akibat kabut asap yang ditimbulkan.

Karena itu, koordinasi antarinstansi harus terus diperkuat. Seluruh unsur yang terlibat diminta membangun komunikasi yang cepat dan efektif sehingga setiap informasi mengenai munculnya titik api dapat segera ditindaklanjuti tanpa menunggu kondisi membesar.

Selain upaya pencegahan, Kapolres juga memberikan penekanan kepada seluruh personel agar selalu mengedepankan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Ia mengingatkan bahwa keselamatan petugas merupakan hal utama sehingga seluruh personel wajib mematuhi standar operasional prosedur (SOP) saat bertugas di lapangan.

“Setiap personel harus bekerja secara profesional, disiplin, dan tetap mengutamakan keselamatan jiwa. Jangan mengambil tindakan yang berisiko tanpa memperhatikan prosedur yang telah ditetapkan,” pesannya.

Kapolres juga menegaskan bahwa Polres Kampar tidak akan memberikan toleransi terhadap siapa pun yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan maupun lahan. Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurutnya, praktik membuka lahan dengan cara membakar masih menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kebakaran di sejumlah wilayah. Oleh sebab itu, selain tindakan preventif, langkah represif melalui proses hukum juga menjadi bagian penting untuk memberikan efek jera kepada para pelaku.

Di sisi lain, Kapolres mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kampar agar ikut berperan aktif menjaga lingkungan. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan mencegah karhutla tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat, melainkan membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat.

BACA JUGA  Police Goes to School, Polsek Kampar Kiri Edukasi Pelajar SMAN 2 Kampar Kiri tentang Tertib Lalu Lintas, Anti Narkoba dan Stop Bullying

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam. Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan kepada aparat atau instansi terkait agar dapat segera ditangani. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama demi masa depan generasi yang akan datang,” ujarnya.

Keberadaan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) juga mendapat perhatian khusus dalam apel tersebut. Kelompok ini dinilai memiliki peran strategis karena berada langsung di tengah masyarakat dan mampu menjadi ujung tombak dalam mendeteksi serta melaporkan potensi kebakaran sejak dini.

Melalui sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan karhutla dapat berjalan lebih efektif sehingga luas wilayah yang terdampak kebakaran dapat ditekan seminimal mungkin.

Apel kesiapsiagaan ini juga menjadi bentuk komitmen Polres Kampar dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait perlindungan lingkungan hidup dan pengendalian bencana. Dengan kesiapan personel, kelengkapan sarana pendukung, serta koordinasi yang solid, seluruh unsur diharapkan mampu bergerak cepat apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran di wilayah Kabupaten Kampar.

Rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar hingga berakhir sekitar pukul 08.30 WIB. Setelah apel usai, seluruh personel diharapkan segera mengimplementasikan arahan yang telah disampaikan melalui patroli terpadu, pemetaan wilayah rawan, edukasi kepada masyarakat, hingga peningkatan kesiapsiagaan di masing-masing wilayah tugas.

Menghadapi musim kemarau tahun 2026, Polres Kampar menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan. Dengan semangat kebersamaan, sinergitas lintas sektor, serta partisipasi aktif masyarakat, diharapkan Kabupaten Kampar dapat terhindar dari bencana kebakaran hutan dan lahan sehingga udara tetap bersih, lingkungan tetap lestari, dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman dan nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *