Batammediaindonesia.com, Batam – Kebiasaan merokok sambil mengemudikan kendaraan mungkin dianggap sebagai hal sepele oleh sebagian pengendara. Namun, di tengah padatnya arus lalu lintas dan tingginya risiko kecelakaan di jalan raya, kebiasaan tersebut justru dapat menjadi salah satu pemicu hilangnya konsentrasi dan terlambatnya respons pengemudi terhadap situasi berbahaya.
Kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh aktivitas apa pun yang dapat mengalihkan perhatian saat berkendara, termasuk merokok. Sebab, keselamatan di jalan tidak hanya bergantung pada kondisi kendaraan, tetapi juga pada tingkat konsentrasi, kewaspadaan, serta kedisiplinan pengemudi.
Merokok saat kendaraan sedang melaju membuat perhatian pengemudi terbagi. Mulai dari mengambil rokok, menyalakan korek, menghisap rokok, membuang abu, hingga mematikan puntung rokok, seluruh aktivitas tersebut membutuhkan perhatian dan gerakan tangan yang seharusnya dapat digunakan untuk mengendalikan kendaraan secara optimal.
Situasi menjadi semakin berisiko ketika pengemudi harus menghadapi kondisi lalu lintas yang berubah secara tiba-tiba. Kendaraan di depan dapat melakukan pengereman mendadak, sepeda motor dapat berpindah jalur, pejalan kaki bisa menyeberang, atau kendaraan lain muncul dari arah yang tidak terduga.
Dalam kondisi seperti itu, keterlambatan beberapa detik saja dapat menentukan apakah sebuah situasi dapat dihindari atau justru berubah menjadi kecelakaan.
Polisi pun mengimbau para pengendara untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu konsentrasi selama kendaraan masih bergerak.
“Jangan sampai kebiasaan yang dianggap sepele justru menjadi awal terjadinya kecelakaan. Saat mengemudi, fokus utama adalah jalan dan keselamatan,” demikian imbauan kepolisian kepada masyarakat.
Pengendara juga diminta memahami bahwa berkendara bukan sekadar kemampuan mengendalikan setir dan pedal. Di balik kemudi terdapat tanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri, penumpang, maupun pengguna jalan lainnya.
Karena itu, apabila seorang pengemudi ingin merokok selama perjalanan, langkah paling aman adalah mencari tempat yang memungkinkan untuk berhenti terlebih dahulu. Pastikan kendaraan diparkir di lokasi yang aman, tidak mengganggu arus lalu lintas, serta tidak membahayakan pengguna jalan lainnya.
Setelah kendaraan berhenti dengan aman, pengemudi dapat melakukan aktivitas tersebut tanpa harus membagi perhatian antara merokok dan mengendalikan kendaraan.
Jangan Tunggu Kecelakaan untuk Sadar
Kepolisian menilai keselamatan berlalu lintas harus dimulai dari kesadaran setiap individu. Banyak kecelakaan terjadi bukan semata-mata karena kendaraan mengalami kerusakan atau kondisi jalan yang buruk, tetapi juga akibat perilaku pengendara yang kurang disiplin dan tidak memperhitungkan risiko.
Kebiasaan kecil yang dilakukan berulang-ulang dapat menciptakan rasa aman yang semu. Pengendara mungkin merasa sudah terbiasa merokok sambil mengemudi dan selama ini tidak pernah mengalami kecelakaan. Namun, kondisi lalu lintas tidak pernah benar-benar sama.
Hari ini jalan mungkin lengang. Besok bisa saja kendaraan lebih padat. Hari ini pengemudi mungkin tidak mengalami gangguan. Pada perjalanan berikutnya, bisa muncul situasi tak terduga yang membutuhkan respons cepat.
Karena itu, prinsip keselamatan seharusnya tidak menunggu sampai terjadi sesuatu.
Polisi mengajak masyarakat untuk membangun kebiasaan berkendara yang lebih aman dengan selalu menjaga konsentrasi, mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, menjaga jarak aman, serta menghindari berbagai aktivitas yang dapat mengganggu fokus selama kendaraan bergerak.
Pengendara juga diingatkan untuk tidak menggunakan telepon seluler secara sembarangan, tidak melakukan aktivitas yang mengharuskan perhatian teralihkan, serta memastikan kondisi fisik tetap prima sebelum memulai perjalanan.
Satu tangan yang sibuk memegang rokok, satu perhatian yang terpecah, dan satu detik keterlambatan merespons bisa membawa konsekuensi yang tidak pernah diharapkan.
Keselamatan, lanjut kepolisian, bukan hanya tentang bagaimana seseorang sampai di tempat tujuan dengan cepat, tetapi bagaimana seseorang dapat sampai dengan selamat tanpa membahayakan orang lain.
Jadikan Keselamatan sebagai Kebiasaan
Kepolisian mengajak seluruh masyarakat menjadikan keselamatan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Pengendara diharapkan tidak hanya tertib ketika melihat petugas, tetapi juga memiliki kesadaran untuk mematuhi aturan meskipun tidak ada polisi yang sedang mengawasi.
Budaya tertib berlalu lintas harus dibangun dari hal-hal sederhana. Salah satunya dengan memberikan perhatian penuh kepada kondisi jalan selama kendaraan bergerak.
Merokok dapat dilakukan setelah kendaraan berhenti di tempat yang aman. Aktivitas lain yang berpotensi mengganggu konsentrasi juga sebaiknya ditunda hingga kendaraan benar-benar berhenti.
“Keselamatan berlalu lintas dimulai dari kedisiplinan setiap pengendara. Jangan mempertaruhkan keselamatan hanya karena kebiasaan yang sebenarnya bisa ditunda. Satu keputusan kecil dapat memberikan dampak besar bagi keselamatan bersama,” pesan kepolisian.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak ragu meminta bantuan kepolisian apabila mengalami keadaan darurat, kecelakaan, gangguan keamanan, atau membutuhkan pelayanan kepolisian di jalan.
Untuk mendapatkan bantuan Kepolisian, masyarakat dapat menghubungi Layanan Polri 110.
Dengan meningkatkan kesadaran, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap keselamatan, diharapkan tercipta lalu lintas yang semakin aman, tertib, lancar, dan nyaman.
Sebab, pada akhirnya, tujuan setiap perjalanan bukan sekadar sampai di tempat tujuan, tetapi pulang dengan selamat.








