Batammediaindonesia.com, Bangkinang – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, menegaskan pentingnya disiplin, integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas seluruh jajaran pemasyarakatan.
Penegasan tersebut disampaikan Alexander saat memimpin rapat dinas yang digelar di Aula Lapas Kelas IIA Bangkinang, Senin (10 – 08 – 26). Kegiatan tersebut diikuti jajaran pejabat struktural serta seluruh petugas pemasyarakatan.
Rapat dinas menjadi salah satu sarana penting untuk memperkuat koordinasi internal sekaligus mengevaluasi pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Selain membahas pekerjaan yang telah dilaksanakan, forum tersebut juga menjadi ruang untuk menyampaikan berbagai arahan dan penguatan kepada seluruh petugas.
Dalam arahannya, Alexander meminta seluruh jajaran untuk menjadikan disiplin dan integritas sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan tugas sehari-hari.
Menurutnya, tugas sebagai petugas pemasyarakatan memiliki tanggung jawab yang besar. Setiap pegawai tidak hanya dituntut mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai tugas dan fungsi, tetapi juga harus mampu menjaga sikap, etika, serta kepercayaan yang diberikan kepada institusi.
“Saya mengajak seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kedisiplinan, menjaga integritas, dan bekerja secara profesional. Setiap tugas harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan berpedoman pada aturan yang berlaku. Jangan sampai ada tindakan yang dapat merusak kepercayaan dan mencederai nama baik organisasi,” tegas Alexander.
Ia menekankan, kedisiplinan tidak boleh hanya dipandang sebagai kewajiban administratif. Lebih dari itu, disiplin merupakan cerminan profesionalitas dan keseriusan seorang petugas dalam menjalankan amanah yang diberikan.
Karena itu, setiap pegawai diharapkan mampu memahami aturan kedinasan dan menjalankannya secara konsisten. Apabila ditemukan pelanggaran, penanganannya akan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Penegakan disiplin harus kita lakukan secara konsisten. Kita ingin membangun lingkungan kerja yang tertib, sehat, solid, dan memiliki budaya kerja yang positif,” ujarnya.
Selain persoalan disiplin, Kalapas juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. Integritas dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan, baik di lingkungan internal maupun dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan.
Alexander meminta seluruh petugas agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai kepentingan yang dapat mengganggu pelaksanaan tugas. Setiap keputusan dan tindakan harus dilakukan secara profesional serta tetap berpedoman pada peraturan dan kode etik yang berlaku.
“Jaga integritas masing-masing. Jangan sampai karena kepentingan pribadi, kita mengabaikan aturan yang pada akhirnya berdampak terhadap organisasi,” pesannya.
Dalam rapat tersebut, jajaran juga didorong untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi antarbagian. Menurut Alexander, komunikasi yang baik menjadi salah satu kunci agar setiap tugas dapat berjalan secara efektif dan tidak menimbulkan kesalahpahaman dalam pelaksanaan pekerjaan.
Ia berharap seluruh jajaran dapat saling mendukung dan membangun suasana kerja yang harmonis. Perbedaan tugas dan tanggung jawab di masing-masing bidang, kata dia, harus dipandang sebagai bagian dari satu kesatuan dalam menjalankan fungsi pemasyarakatan.
“Tidak ada pekerjaan yang berdiri sendiri. Semua bagian saling berkaitan. Karena itu, koordinasi dan komunikasi harus terus kita perkuat,” katanya.
Rapat dinas tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menyatukan kembali komitmen seluruh jajaran Lapas Kelas IIA Bangkinang dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas.
Dengan adanya evaluasi dan arahan secara berkala, diharapkan setiap petugas semakin memahami target serta tanggung jawab masing-masing. Hal tersebut juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang profesional, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan.
Alexander kembali mengingatkan agar seluruh petugas tidak lengah dalam menjaga nama baik institusi. Menurutnya, kepercayaan yang telah diberikan kepada jajaran pemasyarakatan harus dijaga melalui sikap dan tindakan yang bertanggung jawab.
Ia pun mengajak seluruh jajaran untuk bekerja dengan penuh dedikasi, mengedepankan integritas, serta senantiasa mematuhi aturan dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Jadikan kedisiplinan dan integritas sebagai budaya kerja. Kita bekerja bukan hanya untuk menyelesaikan tugas, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan dan nama baik Lapas Bangkinang,” pungkasnya.
Melalui rapat dinas tersebut, Lapas Kelas IIA Bangkinang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat soliditas internal, meningkatkan profesionalitas petugas, serta menciptakan budaya kerja yang tertib, berintegritas, dan bertanggung jawab.






