Kapolda Kepri Terima Courtesy Call Security Advisor UNDSS, Perkuat Sinergi Keamanan Internasional

Batammediaindonesia.com, Batam – Komitmen Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) dalam memperkuat kerja sama keamanan dengan lembaga internasional terus dilakukan. Hal tersebut ditunjukkan melalui pertemuan antara Kapolda Kepri Irjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., dengan Security Advisor United Nations Department of Safety and Security (UNDSS) Mr. Allan Mendoza bersama rombongan dalam agenda Courtesy Call di Ruang Kerja Kapolda Kepri, Selasa (11 – 08 – 26).

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi, koordinasi, sekaligus membangun pemahaman bersama mengenai aspek keamanan dan keselamatan dalam mendukung aktivitas organisasi internasional di wilayah Kepulauan Riau, khususnya di kawasan Batam yang memiliki posisi strategis dalam jalur perdagangan dan investasi internasional.

Kehadiran UNDSS dalam pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun jejaring koordinasi yang semakin kuat antara institusi kepolisian dengan lembaga internasional. Sinergi tersebut dinilai penting mengingat Kepulauan Riau, khususnya Batam, terus berkembang sebagai kawasan industri, perdagangan, investasi, pariwisata, hingga pusat aktivitas ekonomi yang memiliki keterhubungan dengan berbagai negara.

Dalam pertemuan itu, Security Advisor UNDSS Mr. Allan Mendoza menjelaskan mengenai mandat dan peran UNDSS dalam memberikan dukungan keamanan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), personel internasional, maupun organisasi yang menjadi mitra PBB.

Menurutnya, UNDSS memiliki peran dalam memastikan aspek keselamatan dan keamanan menjadi bagian penting dalam setiap pelaksanaan kegiatan internasional. Salah satunya melalui pelaksanaan security assessment dan risk assessment untuk mengidentifikasi potensi ancaman serta menentukan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan.

“Batam memiliki perkembangan pembangunan yang sangat pesat. Kami berharap komunikasi dan koordinasi antara UNDSS dengan pihak kepolisian dapat terus ditingkatkan,” ujar Allan Mendoza.

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya perhatian terhadap perkembangan Batam sebagai salah satu kawasan yang memiliki dinamika cukup tinggi. Pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, peningkatan investasi serta mobilitas masyarakat dan warga negara asing menjadikan aspek keamanan sebagai salah satu faktor penting dalam mendukung keberlanjutan pembangunan.

BACA JUGA  Babak Baru Pipa Hantu, Aliansi Masyarakat Sei Beduk Peduli laporkan Ke Kejaksaan

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Kepri Irjen. Pol. Asep Safrudin menyampaikan bahwa Batam memiliki posisi strategis dalam peta investasi nasional maupun internasional. Letaknya yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara serta berada pada jalur pelayaran internasional membuat wilayah Kepulauan Riau memiliki nilai strategis dari sisi ekonomi maupun keamanan.

Menurut Kapolda, kondisi keamanan yang kondusif merupakan salah satu fondasi utama untuk menjaga kepercayaan masyarakat, pelaku usaha dan investor. Karena itu, Polda Kepri terus berkomitmen memberikan jaminan keamanan serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman, tertib dan kondusif.

“Batam terus berkembang sebagai kawasan strategis, termasuk dalam sektor ekonomi digital dan pengembangan data center. Polda Kepri menyambut baik dukungan dan peluang pelatihan yang ditawarkan UNDSS untuk meningkatkan kapasitas personel,” ujar Kapolda Kepri.

Perkembangan sektor ekonomi digital dan pembangunan data center di Batam turut menjadi bagian dari transformasi kawasan tersebut menuju pusat ekonomi modern. Pertumbuhan sektor strategis ini tentu membutuhkan dukungan keamanan yang adaptif, profesional dan mampu merespons berbagai bentuk potensi risiko.

Karena itu, peningkatan kapasitas personel kepolisian menjadi salah satu hal yang dinilai penting. Melalui komunikasi dan kerja sama dengan lembaga internasional seperti UNDSS, Polda Kepri dapat terus memperluas wawasan serta meningkatkan kemampuan personel dalam memahami berbagai pendekatan pengelolaan keamanan, pemetaan risiko dan langkah mitigasi terhadap potensi ancaman.

Kapolda Kepri juga menegaskan keterbukaan Polda Kepri untuk terus membangun komunikasi dan kerja sama dengan UNDSS. Kerja sama tersebut tidak hanya diarahkan pada aspek koordinasi keamanan, tetapi juga peningkatan kapasitas personel melalui berbagai bentuk pelatihan, pertukaran pengetahuan serta penguatan kemampuan dalam melakukan asesmen risiko.

BACA JUGA  Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo Tutup Turnamen Domino Kapolda Kepri Cup 2026 dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke-80

Menurutnya, kolaborasi lintas institusi menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan tantangan keamanan yang semakin kompleks. Terlebih, karakteristik wilayah Kepulauan Riau yang terdiri dari banyak pulau, berada di wilayah perbatasan dan memiliki aktivitas pelayaran serta perdagangan internasional membutuhkan pola pengamanan yang terintegrasi.

Pertemuan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa keamanan tidak dapat hanya dipandang sebagai tanggung jawab satu institusi. Diperlukan komunikasi dan koordinasi antara berbagai pihak, termasuk institusi nasional dan lembaga internasional, untuk memastikan aktivitas masyarakat maupun kegiatan organisasi internasional dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Polda Kepri menilai penguatan sinergi dengan UNDSS dapat memberikan nilai strategis dalam mendukung terciptanya lingkungan yang aman bagi masyarakat maupun komunitas internasional yang menjalankan aktivitasnya di wilayah Kepulauan Riau.

Selain menjaga keamanan secara langsung, Polda Kepri juga terus mendorong peningkatan profesionalisme dan kapasitas sumber daya manusia. Hal tersebut sejalan dengan kebutuhan menghadapi berbagai perkembangan lingkungan strategis, termasuk potensi ancaman yang dapat muncul seiring meningkatnya konektivitas global dan aktivitas internasional di wilayah Kepulauan Riau.

Kegiatan Courtesy Call berlangsung dalam suasana aman, lancar dan kondusif. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal sekaligus momentum untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara Polda Kepri dan UNDSS dalam bidang keamanan dan keselamatan.

Sinergi tersebut diharapkan dapat terus berkembang melalui komunikasi yang berkelanjutan, koordinasi yang semakin erat serta kerja sama dalam peningkatan kapasitas personel. Dengan demikian, berbagai aktivitas internasional di wilayah Kepulauan Riau dapat berlangsung dalam situasi yang aman dan kondusif.

Di sisi lain, Polda Kepri juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan dalam menjaga keamanan lingkungan. Kondisi kamtibmas yang aman bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

BACA JUGA  PMII Batam Gelar Pawai Hari Anak Nasional, Serahkan Rapor Merah untuk Pemko dan DPRD Kota Batam

Terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., mengajak masyarakat untuk terus mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kepulauan Riau.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu menghubungi kepolisian apabila membutuhkan bantuan maupun ingin menyampaikan laporan atau pengaduan terkait gangguan keamanan.

“Masyarakat dapat memanfaatkan Layanan Kepolisian 110 yang aktif selama 24 jam dan dapat diakses secara gratis. Layanan tersebut merupakan salah satu sarana bagi masyarakat untuk mendapatkan bantuan kepolisian maupun menyampaikan pengaduan,” ujar Kabid Humas Polda Kepri.

Dengan semakin eratnya komunikasi antara Polda Kepri dan UNDSS, diharapkan terbangun kolaborasi keamanan yang mampu menjawab kebutuhan wilayah Kepulauan Riau yang terus berkembang sebagai kawasan strategis nasional dan internasional.

Penguatan kapasitas, pemetaan risiko, koordinasi lintas lembaga serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan. Pada akhirnya, keamanan yang terjaga tidak hanya memberikan rasa aman bagi masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam menciptakan iklim investasi, pembangunan dan aktivitas internasional yang berkelanjutan di Kepulauan Riau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *