Kapolda Kepri dan AJI Batam Perkuat Kemitraan Pers untuk Jaga Stabilitas dan Investasi Kepri

Batammediindonesia.com, Batam – Hubungan kepolisian dan pers di Kepulauan Riau kembali diperkuat. Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin menerima audiensi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Batam di Ruang Kerja Kapolda Kepri, Kamis (27 – 08 – 26).

Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi. Di tengah dinamika Kepri sebagai wilayah perbatasan sekaligus kawasan strategis investasi, Polda Kepri dan AJI Batam membangun komitmen bersama untuk menjaga komunikasi yang terbuka, profesional, serta saling menghargai antara kepolisian dan insan pers.

Kapolda Kepri menegaskan bahwa kritik media bukan sesuatu yang harus dihindari. Sebaliknya, kritik, saran, dan pemberitaan yang konstruktif dinilai menjadi bagian penting untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

“Kami memandang media sebagai mitra strategis. Kritik, saran, dan pemberitaan yang konstruktif merupakan bagian penting dalam meningkatkan pelayanan Polri kepada masyarakat serta menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif,” ujar Kapolda Kepri.

Menurut Asep, media memiliki posisi strategis dalam membangun pemahaman publik melalui informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif. Karena itu, komunikasi antara kepolisian dan jurnalis perlu terus dibangun agar setiap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat disampaikan secara proporsional.

Kepri Aman Jadi Modal Besar Investasi

Dalam audiensi tersebut, isu keamanan dan investasi menjadi salah satu perhatian utama. Polda Kepri membawa semangat Secure Kepri for Secure Investment”, sebagai pesan bahwa keamanan dan stabilitas daerah merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi.

Kepri yang berada di jalur perdagangan internasional dan berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga memiliki posisi strategis. Kondisi tersebut menjadi peluang besar, namun sekaligus membutuhkan situasi keamanan yang terjaga.

Karena itu, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kepercayaan terhadap Kepri.

BACA JUGA  Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo Tutup Turnamen Domino Kapolda Kepri Cup 2026 dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke-80

 

Media tidak hanya berperan menyampaikan informasi mengenai situasi keamanan, tetapi juga dapat ikut memperkenalkan berbagai potensi daerah, mulai dari investasi, pariwisata, budaya hingga perkembangan ekonomi kepada masyarakat luas.

TPPO Masih Jadi Perhatian Polda Kepri

Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo menyampaikan bahwa pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) tetap menjadi perhatian serius Polda Kepri.

Meski tren kasus TPPO menunjukkan penurunan, upaya pencegahan dan penindakan tetap dilakukan secara berkelanjutan melalui sinergi berbagai pihak.

Langkah tersebut juga mendapat apresiasi dari Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Pers dinilai memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap modus-modus perekrutan ilegal maupun praktik perdagangan orang yang masih mengancam masyarakat, khususnya calon pekerja migran.

Kritik Media Dibutuhkan untuk Evaluasi

Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol. Silvester Mangombo Marusaha Simamora menilai kritik dan masukan dari media merupakan bagian penting dalam proses evaluasi.

Menurutnya, Kepri memiliki posisi geografis yang sangat strategis sehingga harus mampu memanfaatkan keunggulan tersebut untuk terus berkembang dan bersaing dengan negara-negara tetangga.

Pemberitaan yang kritis namun tetap berlandaskan data dan prinsip jurnalistik, kata dia, dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus mendorong pembangunan daerah agar berjalan lebih baik.

AJI Siapkan Festival Media di Kepri

Ketua AJI Kota Batam Yogi Eka Sahputra dalam kesempatan tersebut menyampaikan kesiapan AJI untuk menjadi mitra diskusi Polda Kepri dalam berbagai isu strategis, khususnya terkait keamanan, ketertiban masyarakat, kebebasan pers, serta perkembangan daerah.

AJI juga mengundang Polda Kepri untuk terlibat dalam Festival Media yang akan digelar di Kepulauan Riau.

Festival tersebut rencananya melibatkan sekitar 40 organisasi AJI dari berbagai daerah dengan estimasi peserta mencapai 1.000 hingga 1.500 orang.

BACA JUGA  Progres Capai 39,194 Persen, BP Batam Percepat Peningkatan Jalan Landing Point Fly Over – Simpang Lalan Madani

Selama tiga hari, kegiatan akan berlangsung di Batam dan Tanjungpinang dengan mengangkat beragam isu strategis nasional maupun persoalan lokal yang berkembang di Kepri.

AJI juga menyatakan siap berkoordinasi dengan Polresta Barelang dan Polresta Tanjungpinang untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Media Briefing Bukan Untuk Mengatur Narasi

Menutup pertemuan, Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei menekankan pentingnya membangun ruang komunikasi yang rutin antara kepolisian dan media.

Salah satunya melalui media briefing yang dinilai dapat mempercepat penyampaian informasi kepada publik sekaligus mencegah munculnya kesimpangsiuran informasi.

Namun, media briefing ditegaskan bukan sebagai ruang untuk mengarahkan atau mengatur narasi pemberitaan.

Sebaliknya, forum tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman, menyampaikan data dan fakta, serta membangun kepercayaan antara kepolisian dan jurnalis.

Audiensi Kapolda Kepri bersama AJI Batam pun menjadi penegasan bahwa hubungan pers dan kepolisian tidak harus dibangun melalui keseragaman pandangan.

Pers tetap memiliki ruang untuk mengkritik, sementara kepolisian membuka diri terhadap evaluasi.

Dengan komunikasi yang sehat, profesional, dan transparan, Polda Kepri dan insan pers diharapkan dapat bersama-sama menjaga situasi Kepri tetap aman, sekaligus membangun kepercayaan publik dan menciptakan iklim yang semakin kondusif bagi investasi serta kemajuan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *