Karhutla Dekat Taman Nasional Zamrud Terkendali, Operasi Pemadaman Resmi Diakhiri

Batammediaindonesia.com, Siak – Setelah berjibaku selama tujuh hari melawan kobaran api, asap tebal, panas dan medan yang tidak mudah, tim gabungan akhirnya menuntaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan sekitar Taman Nasional Zamrud, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak.

Kondisi di lokasi dinyatakan terkendali setelah proses pemadaman dan pendinginan dilakukan secara intensif untuk memastikan tidak ada lagi bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Berakhirnya operasi ditandai dengan Apel Konsolidasi Akhir Penanganan Karhutla yang digelar di area Beruk 03 dan 08 PT Bumi Siak Pusako, Dusun Pangkalan Lanjut, Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Selasa (01 – 09 – 26) sore.

Apel tersebut dipimpin Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Siak Novendra Kasmara dan diikuti ratusan personel gabungan yang selama sepekan berada di lokasi.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengatakan, apel konsolidasi menjadi penanda berakhirnya tahapan operasi pemadaman setelah kondisi lapangan dipastikan aman dan terkendali.

“Setelah tujuh hari bekerja di lapangan, Alhamdulillah penanganan Karhutla di kawasan sekitar Taman Nasional Zamrud dapat kita selesaikan. Kurang lebih 30 hektare lahan yang terdampak telah ditangani melalui pemadaman dan pendinginan secara intensif oleh seluruh unsur yang terlibat,” ujar Sepuh.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja bersama seluruh unsur yang terlibat, termasuk dukungan personel dan peralatan selama proses penanganan berlangsung.

Ratusan personel dari berbagai unsur dikerahkan, mulai dari Polres Siak, Polsek Siak, Satbrimob dan Ditsamapta Polda Riau, TNI, BPBD, pemerintah kecamatan dan kampung, Manggala Agni, BKSDA hingga regu pemadam kebakaran perusahaan di sekitar kawasan.

“Ini bukan pekerjaan satu institusi. Personel di lapangan bekerja bersama, melakukan pemadaman hingga pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara yang berpotensi kembali memunculkan api,” tegasnya.

BACA JUGA  Bhabinkamtibatas dan PPL Turun ke Ladang, Pastikan Jagung Pipil Tumbuh Optimal Demi Dukung Swasembada Pangan

Penanganan Karhutla tidak berhenti pada api yang terlihat di permukaan. Tim gabungan juga melakukan pendinginan secara menyeluruh, terutama pada titik-titik yang memiliki potensi menyimpan bara di dalam tanah.

Selain kawasan sekitar Taman Nasional Zamrud, proses pendinginan Karhutla di kawasan Tasik Betung yang berada di areal Cagar Biosfer Giam Siak Kecil juga telah diselesaikan.

Meski operasi pemadaman resmi berakhir, kewaspadaan tetap dilanjutkan. Sepuh menegaskan patroli dan pemantauan masih dilakukan selama tiga hari ke depan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Upaya pencegahan juga terus dilakukan melalui patroli serta pemberian imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Operasi pemadaman memang selesai, tetapi kewaspadaan tidak boleh berhenti. Setelah ini fokus kita bergeser kepada pemantauan, pencegahan agar kebakaran tidak berulang, serta proses penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan,” tegas Sepuh.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan, berakhirnya operasi di Dayun menunjukkan bahwa penanganan Karhutla dilakukan hingga kondisi lapangan benar-benar terkendali.

Menurut Akmadi, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan sejak awal menekankan agar jajaran tidak hanya berfokus pada api yang terlihat, tetapi memastikan proses pendinginan dilakukan secara menyeluruh.

Hal tersebut penting dilakukan karena karakteristik lahan tertentu memungkinkan bara api bertahan di dalam tanah dan kembali memicu kebakaran apabila tidak ditangani secara tuntas.

“Apel konsolidasi bukan berarti kewaspadaan berakhir. Ini menandakan satu tahapan penanganan di lapangan telah selesai. Selanjutnya, personel tetap melakukan monitoring dan jajaran terus meningkatkan langkah pencegahan di wilayah-wilayah rawan,” kata Akmadi.

Ia turut mengapresiasi kerja seluruh personel gabungan yang selama tujuh hari berada di lapangan menangani kebakaran.

BACA JUGA  DARI KETAPANG UNTUK NEGERI, BHABINKAMTIBMAS LUBUK DALAM KAWAL KETAHANAN PANGAN BERSAMA KELOMPOK TANI

“Personel TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, BKSDA, pemerintah daerah, masyarakat dan unsur perusahaan telah bekerja bersama di lapangan. Mereka menghadapi panas, asap dan kondisi medan yang tidak mudah. Kerja keras mereka menjadi bagian penting dari upaya menjaga kawasan ini,” ujarnya.

Akmadi menambahkan, Polda Riau bersama seluruh jajaran tetap memantau perkembangan Karhutla di berbagai wilayah Riau. Setiap titik yang terdeteksi akan ditindaklanjuti melalui pengecekan dan penanganan sesuai kondisi di lapangan.

“Prinsipnya, ketika api sudah padam, pekerjaan belum selesai. Kita harus memastikan bara benar-benar mati, mencegah kebakaran berulang dan melakukan penegakan hukum apabila ditemukan unsur pidana. Pencegahan dan penanganan harus berjalan beriringan,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya operasi pemadaman di kawasan Dayun, perhatian kini diarahkan pada pemantauan pascakebakaran, pencegahan titik api baru, serta penegakan hukum. Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kawasan sekitar Taman Nasional Zamrud dan wilayah rawan Karhutla di Riau tetap terlindungi dari ancaman kebakaran berulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *