Zero Halinar Harga Mati, Jajaran Lapas Cipinang Diminta Perkuat Deteksi Dini dan Jangan Tunggu Masalah Terjadi

Batammediaindonesia.com, Jakarta – Komitmen mewujudkan pemasyarakatan yang bersih dan aman kembali ditegaskan di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang. Prinsip zero Halinar (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba) ditegaskan sebagai harga mati yang wajib menjadi komitmen seluruh jajaran.

Penegasan tersebut disampaikan dalam arahan kepada jajaran Lapas Cipinang, dengan pesan utama agar setiap potensi gangguan keamanan dan ketertiban dapat dicegah sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Menurutnya, berbagai permasalahan yang terjadi di sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan harus menjadi pembelajaran bersama. Ketika persoalan sudah terjadi, penanganan tidak jarang berujung pada keterlibatan tingkat pusat maupun Kantor Wilayah.

Karena itu, langkah pencegahan dinilai jauh lebih penting.

Jangan menunggu persoalan terjadi. Kita harus mampu mendeteksi sejak awal setiap potensi gangguan keamanan dan ketertiban,” pesannya.

Salah satu langkah konkret yang didorong adalah meningkatkan kegiatan sambang dan pemantauan langsung ke blok hunian. Kehadiran pejabat dan petugas secara langsung dinilai dapat membangun komunikasi sekaligus memberikan efek pencegahan terhadap potensi pelanggaran.

Praktik tersebut salah satunya telah diterapkan di Lapas Rajabasa, di mana setelah apel para pejabat turun langsung berkeliling ke blok hunian. Pola serupa dinilai dapat diterapkan di Lapas Cipinang sebagai bentuk kehadiran jajaran di tengah warga binaan.

Kalau kita datang dan menyambangi mereka, mereka akan berpikir ulang ketika akan melakukan pelanggaran,” ujarnya.

Selain sambang, jajaran keamanan dan ketertiban (Kamtib) diminta meningkatkan patroli serta pemantauan secara konsisten. Seluruh unsur juga diingatkan agar tidak muncul anggapan bahwa keamanan lapas hanya menjadi tanggung jawab bidang tertentu.

Ini lapas kita bersama. Tidak ada yang tahu bagaimana masa depan kita, sehingga kita harus mau belajar dan memahami seluruh bidang pekerjaan,” tegasnya.

BACA JUGA  BNI wondrX 2026 Tarik 100 Ribu Pengunjung, Transaksi Capai Rp2,73 Triliun

Pesan khusus juga disampaikan kepada para pejabat struktural. Mereka diminta tidak sekadar menerima pekerjaan dalam kondisi sudah selesai, tetapi memahami proses, menguasai tanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap personel di bawahnya.

Menurutnya, sejumlah persoalan dapat muncul bukan semata karena adanya kesengajaan, tetapi juga akibat kurangnya pengetahuan, pembelajaran, pengawasan, dan ikhtiar dalam menjalankan tugas.

Karena itu, berbagai hal kecil yang berpotensi menjadi celah gangguan harus segera diperbaiki.

Termasuk di antaranya kejelasan penanggung jawab dan pengelolaan kunci pada gudang senjata maupun gudang obat. Setiap fasilitas harus memiliki sistem pengamanan, pengaturan, serta penanggung jawab yang jelas.

Hal tersebut menjadi bagian penting dari prinsip deteksi dini, sehingga potensi persoalan dapat diketahui dan ditangani sebelum berkembang.

Ketelitian dalam administrasi juga menjadi perhatian. Kesalahan administratif sekecil apa pun diminta tidak dianggap remeh karena kedisiplinan dalam administrasi merupakan bagian dari profesionalitas pelaksanaan tugas.

Takdir adalah hasil akhir dari ikhtiar kita. Jangan pernah berpikir akan menjadi apa-apa apabila kita tidak melakukan apa-apa,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula bahwa pegawai yang terbukti melakukan perilaku menyimpang telah diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, harapannya ke depan tidak ada lagi pegawai yang harus ditarik atau dipindahkan karena persoalan yang sebenarnya masih dapat dicegah melalui pengawasan dan pembinaan sejak awal.

Setiap individu diyakini memiliki kesempatan untuk berubah dan berkembang. Karena itu, fungsi pembinaan diminta dijalankan secara maksimal, bukan hanya kepada warga binaan tetapi juga terhadap pegawai sebagai bagian dari organisasi.

Jika warga binaan diberikan ruang untuk dibina dan diarahkan menjadi lebih baik, maka pegawai juga harus mendapatkan perhatian, pendampingan, dan pembinaan yang sama.

BACA JUGA  Kapolri: 664.975 Masyarakat Terima Layanan Bakti Kesehatan Polri 2026

Pengembangan sumber daya manusia turut menjadi perhatian. Jajaran diminta memantau pegawai yang belum menyelesaikan pendidikan sarjana sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi dalam menghadapi tuntutan pekerjaan yang terus berkembang.

Pikirkan hari ini kita bisa melakukan apa. Jangan terlalu berandai-andai tentang masa depan, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi,” tambahnya.

Menutup arahannya, seluruh jajaran juga diingatkan untuk menjaga kerapian dalam berpakaian. Seragam dinas tidak hanya menjadi identitas organisasi, tetapi juga mencerminkan kedisiplinan, sikap, dan profesionalitas pemakainya.

Yang pakaiannya masih kurang rapi, tolong dirapikan. Ini seragam kita, dan seragam adalah cerminan diri kita, pungkasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga Lapas Cipinang tetap aman dan tertib bukan hanya dilakukan melalui pemeriksaan dan penindakan. Kehadiran, kepedulian, ketelitian, pembinaan, serta keberanian melakukan deteksi dini menjadi bagian penting dalam mencegah gangguan sebelum benar-benar terjadi.

Dengan semangat tersebut, zero Halinar bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *