Batammediaindonesia.com, Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa harus mengakhiri masa jabatannya setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan kabinet pada Senin (14 – 09 – 2026).
Pergantian tersebut berlangsung ketika Purbaya sebelumnya masih menjalankan agenda pemerintahan. Pada hari yang sama, ia mengikuti rapat kerja gabungan Komite IV DPD RI bersama Kementerian Keuangan, Bappenas, dan Bank Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Rapat yang berlangsung sejak sekitar pukul 10.00 WIB tersebut membahas sejumlah agenda penting, termasuk Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2027 dan Nota Keuangan.
Namun, di tengah agenda tersebut, posisi Purbaya sebagai Menteri Keuangan kemudian diumumkan berganti. Purbaya meninggalkan rapat sekitar pukul 14.30 WIB. Tidak lama kemudian, Presiden Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru.
Pergantian ini membuat masa tugas Purbaya sebagai Menteri Keuangan berlangsung sekitar satu tahun. Ia sebelumnya dilantik Presiden Prabowo pada 8 September 2025, menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Selama menjabat, salah satu kebijakan yang cukup mendapat perhatian adalah penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun pada sejumlah bank umum mitra. Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan dan mendorong aktivitas ekonomi.
Purbaya juga sempat menyampaikan optimisme terhadap perekonomian nasional. Sehari sebelum pergantian, ia menyatakan ekonomi Indonesia dinilai siap bergerak menuju pertumbuhan sekitar 6 persen.
Kini, tugas sebagai Menteri Keuangan beralih kepada Suahasil Nazara. Presiden Prabowo melantik Suahasil untuk melanjutkan sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.
Pergantian tersebut menjadi salah satu perubahan penting dalam jajaran kabinet pemerintahan Prabowo Subianto, sekaligus menempatkan Suahasil sebagai sosok yang akan melanjutkan pengelolaan kebijakan fiskal dan APBN pemerintah.












