Batammediaindonesia.com, Batam – Gangguan pasokan air bersih yang dirasakan warga Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, mendapat respons cepat dari Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri). Sebanyak sembilan tangki air bersih disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama proses perbaikan jaringan berlangsung, Senin (05 – 10 – 2026).
Langkah tersebut dilakukan setelah warga menyampaikan aspirasi terkait terganggunya aliran air menuju permukiman. Menindaklanjuti kondisi tersebut, jajaran Polda Kepri, Polresta Barelang dan Polsek Nongsa berkoordinasi dengan pihak pengelola air bersih (ABH) untuk mencari solusi sementara sekaligus mendorong percepatan perbaikan jaringan.
Dari sembilan tangki yang disiapkan, tujuh tangki berasal dari ABH, sedangkan dua tangki lainnya disiapkan Direktorat Samapta Polda Kepri. Distribusi air dilakukan secara bertahap ke kawasan permukiman yang terdampak.
Saat ini, pendistribusian air untuk kloter kedua tengah dilaksanakan guna memastikan kebutuhan dasar warga tetap dapat terpenuhi selama aliran air belum kembali normal.
Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan penanganan dilakukan melalui koordinasi bersama agar gangguan tersebut dapat segera diselesaikan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan perbaikan koneksi dapat diselesaikan sesuai target, sehingga kebutuhan air bersih masyarakat dapat kembali terpenuhi secara normal,” ujarnya.
Berdasarkan hasil koordinasi, perbaikan koneksi jaringan ditargetkan selesai pada Selasa (06 – 10 – 2026). Dengan demikian, aliran air diharapkan dapat kembali mengalir ke rumah-rumah warga setelah proses perbaikan selesai.
Selain membantu pemenuhan kebutuhan air bersih, personel Polsek Nongsa juga melakukan pengamanan serta pendekatan persuasif selama berlangsungnya penyampaian aspirasi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga situasi tetap aman sekaligus memastikan komunikasi antara masyarakat dan pihak terkait berjalan dengan baik.
Respons cepat ini menunjukkan bahwa penanganan persoalan di tengah masyarakat tidak hanya dilakukan melalui pengamanan, tetapi juga melalui koordinasi dan langkah konkret untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga.
Bagi masyarakat yang terdampak, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan penting yang harus tetap dipenuhi selama proses perbaikan jaringan berlangsung. Karena itu, distribusi air menggunakan tangki menjadi langkah sementara yang diharapkan dapat mengurangi dampak gangguan pelayanan hingga jaringan kembali normal.
Warga Sambau pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kepolisian atas bantuan pemenuhan kebutuhan air bersih sekaligus upaya mendorong percepatan penyelesaian gangguan jaringan.
Dengan target perbaikan selesai pada 6 Oktober 2026, masyarakat kini menunggu normalisasi aliran air ke permukiman. Sementara itu, distribusi air bersih dan koordinasi lintas pihak terus dilakukan sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan warga yang terdampak.











