Dukung Program Kapolsek Tapung Hilir, Ustadz Abdul Somad Ajak Anak-Anak Bebas Buta Aksara Al-Qur’an

Batammediaindonesia.com, Kampar, 06 Oktober 2026 — Pesan tentang pentingnya kemampuan membaca Al-Qur’an kembali mendapat perhatian. Pendakwah Ustadz Abdul Somad (UAS) menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan moral terhadap program pembinaan keagamaan yang digagas Polsek Tapung Hilir, Polres Kampar, melalui pendirian dan pengaktifan Rumah Qur’an bagi generasi muda.

Dukungan tersebut disampaikan UAS bersama Kapolsek Tapung Hilir Iptu Riko Rizki Mazri, S.H., M.H., beserta jajaran. Dalam kesempatan itu, UAS mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, untuk mendorong anak-anak agar aktif mengaji dan mempelajari Al-Qur’an.

Menurut UAS, keberadaan Rumah Qur’an yang telah dibangun hendaknya tidak hanya menjadi sebuah fasilitas, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran keagamaan bagi anak-anak dan generasi muda di wilayah Tapung Hilir.

“Anak-anak kita yang ada di Tapung Hilir dan sekitarnya, jangan sampai ada yang tidak bisa baca Al-Qur’an, karena sudah dibangunkan Rumah Qur’an,” ujar Ustadz Abdul Somad.

Pesan tersebut menjadi dorongan agar keberadaan Rumah Qur’an dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Pembelajaran Al-Qur’an sejak usia dini dinilai penting sebagai bagian dari pembentukan karakter, kedisiplinan, serta penanaman nilai-nilai moral dan akhlak.

Rumah Qur’an sebagai ruang pembinaan generasi muda

Kapolsek Tapung Hilir Iptu Riko Rizki Mazri mengatakan, program Rumah Qur’an merupakan bagian dari ikhtiar jajaran kepolisian dalam memperkuat pembinaan masyarakat melalui pendekatan keagamaan.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan ruang positif bagi anak-anak untuk belajar Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan karakter yang baik sejak dini.

“Alhamdulillah, pendirian Rumah Qur’an ini merupakan bentuk ikhtiar dan wujud rasa syukur kami untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini kepada generasi penerus. Kami meyakini bahwa keamanan dan ketenteraman wilayah yang hakiki berawal dari benteng moral dan akhlak yang kokoh,” tutur Iptu Riko.

BACA JUGA  Polsek Kampar Kiri Hilir Turun Langsung ke Lahan, Tanam Jagung Bersama Petani Demi Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Ia juga berharap Rumah Qur’an tersebut dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat.

“Semoga Rumah Qur’an ini menjadi ladang amal jariyah bagi kita semua serta melahirkan generasi yang bertakwa, berakhlakul karimah, dan cinta tanah air,” lanjutnya.

Kolaborasi masyarakat untuk membangun generasi berkarakter

Program pembinaan keagamaan seperti Rumah Qur’an tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada anak-anak dan remaja.

Karena itu, keberlanjutan program membutuhkan dukungan bersama dari berbagai unsur masyarakat. Orang tua memiliki peran penting dalam mendorong anak mengikuti pembelajaran, sementara lingkungan sekitar dapat ikut menjaga agar kegiatan keagamaan berjalan secara positif dan berkesinambungan.

Dukungan UAS terhadap program tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa pembinaan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama. Ketika anak-anak memiliki ruang untuk belajar, mengaji, dan mendapatkan pembinaan moral, lingkungan masyarakat diharapkan turut tumbuh menjadi lebih religius dan kondusif.

Bagi Polsek Tapung Hilir, pendekatan pembinaan melalui nilai-nilai keagamaan menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang tidak hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga penguatan karakter masyarakat.

Ke depan, Rumah Qur’an diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda di Tapung Hilir dan sekitarnya. Semangat tersebut sejalan dengan ajakan Ustadz Abdul Somad agar tidak ada anak-anak di wilayah tersebut yang tertinggal dalam kemampuan membaca Al-Qur’an.

Dengan kolaborasi antara kepolisian, tokoh agama, orang tua, dan masyarakat, pembinaan generasi muda diharapkan tidak berhenti pada kegiatan belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga melahirkan anak-anak yang memiliki akhlak baik, kecintaan terhadap agama, kepedulian terhadap lingkungan, serta kesadaran untuk menjaga ketertiban di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *