Jari Telunjuk Terluka Saat Kecelakaan Kerja di PKS Agrowiratama, Mulia Mengaku Sempat Diminta Tak Menghubungi Keluarga

Batammediaindonesia.com, Pasaman Barat, 15 Oktober 2026 – Seorang pekerja bernama Mulia menceritakan pengalaman kecelakaan kerja yang dialaminya saat menjalankan tugas pemeliharaan mesin di pabrik kelapa sawit (PKS) PT Agrowiratama, Kabupaten Pasaman Barat, pada Selasa, 12 Desember 2023, sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut penuturan Mulia, insiden tersebut terjadi ketika dirinya bersama rekan kerja, Nasrul Aziz, sedang melakukan perbaikan komponen kopling pada gearbox thresher nomor 01 yang mengalami kerusakan.

Saat proses pembongkaran hampir selesai, seorang rekan kerja lainnya bernama Guszikri datang untuk membantu pekerjaan tersebut.

Namun, ketika komponen kopling berbahan besi dengan bobot berat hendak dipasang kembali setelah diperbaiki, komponen itu tiba-tiba terjatuh dan menghantam jari telunjuk tangan kanan Mulia.

“Saat kopling yang sudah selesai diperbaiki hendak dipasangkan, tiba-tiba besi berat itu jatuh dan menimpa tangan kanan saya, tepatnya jari telunjuk,” tutur Mulia saat menceritakan kejadian tersebut.

Mengaku Sempat Mengalami Pendarahan
Mulia mengaku mengalami kondisi lemah setelah melihat jari telunjuk tangan kanannya mengalami luka serius dan mengeluarkan banyak darah.

Dalam kondisi tersebut, ia dibantu Nasrul Aziz dan Guszikri untuk turun ke bawah guna mendapatkan pertolongan pertama.

Setelah memperoleh pertolongan awal, Mulia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Yarsi Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat, oleh pihak manajemen PKS Agrowiratama untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Menurut keterangannya, ia selanjutnya menjalani operasi di rumah sakit tersebut.

Mengaku Diminta Tidak Menghubungi Keluarga
Mulia juga menyampaikan pengalaman yang menurut pengakuannya terjadi sebelum operasi dilakukan. Ia mengatakan sempat berniat menghubungi orang tuanya untuk memberitahukan kondisi dirinya yang akan menjalani tindakan medis.

Namun, ia mengaku mendapat arahan dari seseorang yang disebutnya sebagai pihak manajemen agar tidak menghubungi siapa pun dan mengikuti penanganan yang dilakukan pihak perusahaan.

BACA JUGA  Kapolres Pasbar Tegaskan Perlindungan Anak, Oknum ASN Diamankan Terkait Dugaan Pencabulan

“Jangan, tidak boleh kasih tahu siapa-siapa. Diam dan ikuti saja, biar kami yang akan mengurusnya, kalau kamu masih mau bekerja,” demikian ucapan yang menurut Mulia disampaikan oleh pihak manajemen saat itu.

Mulia mengaku berada dalam kondisi lemah dan tidak berdaya setelah mengalami kecelakaan tersebut. Ia menyebut akhirnya mengikuti arahan yang disampaikan kepadanya.

Pengalaman itu menjadi bagian dari kronologi yang disampaikan Mulia mengenai penanganan dirinya setelah mengalami kecelakaan kerja di lingkungan pabrik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *