Kapolda Kepri Ziarah ke Pulau Penyengat, Salurkan Bantuan Sosial kepada Masyarakat

Batammediaindonesia.com, Tanjungpinang – Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) Irjen Pol. Suhendri, S.H., S.I.K., M.PSDM., bersama Ketua Bhayangkari Daerah Kepri Ny. Dhenty Suhendri melaksanakan ziarah dan wisata religi ke Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Minggu (18 – 10 – 2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang jasa tokoh-tokoh bersejarah, mengenal lebih dekat warisan budaya Melayu, sekaligus memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Kepri bersama rombongan mengunjungi sejumlah situs bersejarah yang memiliki nilai penting bagi perjalanan sejarah dan kebudayaan Melayu di Kepulauan Riau. Selain menjadi bagian dari wisata religi, kegiatan ini juga mencerminkan upaya menjaga hubungan dengan masyarakat melalui pendekatan budaya, keagamaan, dan sosial.

Rombongan yang turut dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Kepri beserta istri, Kapolresta Tanjungpinang, Wakapolresta Tanjungpinang, serta pejabat utama Polresta Tanjungpinang tersebut mengawali kunjungan dengan mendatangi Balai Adat Indera Perkasa.

Bangunan bersejarah itu menjadi salah satu tempat yang merepresentasikan kekayaan tradisi dan identitas budaya Melayu di Pulau Penyengat. Kunjungan tersebut memberikan kesempatan bagi rombongan untuk melihat lebih dekat warisan budaya yang menjadi bagian dari sejarah masyarakat Kepulauan Riau.

Selanjutnya, Kapolda Kepri dan rombongan melaksanakan ziarah ke makam Raja Haji Fisabilillah dan makam Engku Putri. Ziarah ini menjadi bagian dari penghormatan terhadap tokoh-tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah Melayu dan Kepulauan Riau.

Pulau Penyengat sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan bersejarah yang menyimpan jejak perkembangan budaya, tradisi, dan peradaban Melayu. Keberadaan situs-situs bersejarah di kawasan tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menjaga peninggalan leluhur agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

Kapolda Kepri Salurkan Bantuan Sosial kepada 30 Penerima

Tidak hanya berfokus pada kegiatan ziarah dan kunjungan sejarah, Kapolda Kepri bersama rombongan juga menyalurkan bantuan sosial kepada 30 penerima. Bantuan tersebut diberikan kepada pengurus Masjid Sultan Riau Penyengat dan masyarakat setempat yang membutuhkan.

BACA JUGA  Polresta Barelang Ungkap Peredaran Ribuan Botol Minuman Beralkohol Tanpa Izin Edar

Penyaluran bantuan sosial ini menjadi wujud kepedulian terhadap masyarakat sekaligus perhatian kepada pihak-pihak yang turut berperan dalam kehidupan sosial dan keagamaan di lingkungan Pulau Penyengat.

Kehadiran jajaran Polda Kepri di tengah masyarakat diharapkan dapat mempererat hubungan antara kepolisian dan warga. Melalui kegiatan sosial seperti ini, kepedulian tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan keamanan, tetapi juga melalui perhatian terhadap kebutuhan masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Zuhur berjemaah di Masjid Sultan Riau Penyengat. Momen tersebut melengkapi kunjungan Kapolda Kepri bersama rombongan dalam kegiatan yang memadukan nilai sejarah, religi, dan kepedulian sosial.

Melestarikan Sejarah dan Memperkuat Kedekatan dengan Masyarakat

Kunjungan Kapolda Kepri ke Pulau Penyengat memperlihatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian warisan sejarah dan penguatan hubungan sosial dengan masyarakat. Situs bersejarah, makam tokoh penting, serta masjid yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat merupakan unsur penting dalam perjalanan budaya Melayu di Kepulauan Riau.

Di sisi lain, penyaluran bantuan kepada 30 penerima memberikan manfaat sosial yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut. Perhatian kepada pengurus masjid dan masyarakat yang membutuhkan juga menegaskan pentingnya semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui kegiatan ziarah, wisata religi, dan penyaluran bantuan sosial ini, Polda Kepri menunjukkan perhatian terhadap pelestarian nilai-nilai sejarah dan budaya Melayu sekaligus penguatan kepedulian sosial.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terpeliharanya warisan sejarah Pulau Penyengat serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang harmonis, aman, dan penuh kebersamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *