Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Bersama Bhabinkamtibmas Cek Ketahanan Jagung Pipil di Bukit Agung

Batammediaindonesia.com, Siak — Semangat mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan terus ditunjukkan melalui kolaborasi antara masyarakat, aparat kepolisian, dan generasi muda. Hal tersebut terlihat saat mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau bersama Bhabinkamtibmas Kampung Bukit Agung, Aiptu V.M. Simanjuntak, turun langsung melakukan pengecekan tanaman jagung pipil di Kampung Bukit Agung, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian bersama terhadap keberlangsungan program ketahanan pangan yang tengah dikembangkan di tingkat kampung. Mahasiswa KKN tidak hanya menjalankan kegiatan akademik dan sosial selama berada di tengah masyarakat, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam kegiatan yang berkaitan dengan sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN bersama Bhabinkamtibmas melakukan pemantauan secara langsung terhadap kondisi tanaman jagung pipil yang berada di lahan pertanian masyarakat. Pengecekan dilakukan untuk melihat perkembangan tanaman, kondisi pertumbuhan, serta memastikan tanaman tetap terawat sehingga dapat berkembang secara optimal.

Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi dengan masyarakat. Melalui pemantauan secara langsung, berbagai perkembangan di lapangan dapat diketahui sekaligus menjadi bahan evaluasi bersama dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan.

Bhabinkamtibmas Kampung Bukit Agung, Aiptu V.M. Simanjuntak, mengatakan keterlibatan mahasiswa KKN dalam kegiatan ketahanan pangan merupakan hal positif. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menumbuhkan kepedulian terhadap sektor pertanian sekaligus membantu masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program pangan di tingkat kampung.

“Mahasiswa KKN tidak hanya hadir di tengah masyarakat dalam kegiatan sosial, tetapi juga ikut berkontribusi dalam mendukung program ketahanan pangan,” ujarnya.

BACA JUGA  Bhabinkamtibatas dan PPL Turun ke Ladang, Pastikan Jagung Pipil Tumbuh Optimal Demi Dukung Swasembada Pangan

Menurutnya, ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun kelompok tertentu. Dibutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kolaborasi antara mahasiswa KKN, Bhabinkamtibmas dan masyarakat juga diharapkan dapat menjadi contoh bahwa pembangunan ketahanan pangan membutuhkan kebersamaan. Dengan adanya komunikasi serta kepedulian dari berbagai pihak, potensi pertanian yang ada di kampung dapat terus dikembangkan.

Tanaman jagung pipil menjadi salah satu komoditas yang memiliki potensi untuk mendukung ketersediaan pangan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat apabila dikelola dengan baik. Karena itu, pemantauan terhadap perkembangan tanaman menjadi bagian penting untuk memastikan proses budidaya berjalan sesuai harapan.

Bagi mahasiswa KKN, keterlibatan dalam kegiatan tersebut juga menjadi pengalaman langsung untuk memahami kondisi masyarakat dan potensi pertanian di wilayah tempat mereka melaksanakan pengabdian. Interaksi bersama petani dan aparat di lapangan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi sesuai kemampuan yang dimiliki.

Kegiatan pengecekan tanaman jagung pipil tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Mahasiswa KKN dan Bhabinkamtibmas bersama-sama melihat kondisi lahan serta perkembangan tanaman, sembari membangun komunikasi dengan masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan lahan pertanian.

Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pengecekan semata, tetapi dapat terus berkembang melalui berbagai bentuk kegiatan positif lainnya. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan semangat baru, sementara peran Bhabinkamtibmas dapat memperkuat komunikasi dan pendampingan dalam mendukung berbagai program masyarakat.

Dengan semangat gotong royong, Kampung Bukit Agung diharapkan mampu terus mengembangkan potensi pertaniannya. Kolaborasi antara Polri, mahasiswa, pemerintah kampung dan masyarakat menjadi modal penting dalam membangun ketahanan pangan yang kuat dari tingkat paling bawah.

BACA JUGA  Tahap Pemangkasan Daun Atas, Bhabinkamtibmas Sialang Baru Kawal Petani Sampai Panen Demi Sukseskan Ketahanan Pangan Nasional

Program ketahanan pangan pada akhirnya bukan hanya tentang menghasilkan tanaman atau meningkatkan produksi pertanian. Lebih dari itu, program tersebut merupakan upaya membangun kemandirian masyarakat, menjaga ketersediaan pangan dan menciptakan lingkungan yang mampu mengelola potensi lokal secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan sederhana seperti pengecekan tanaman jagung pipil secara langsung, semangat kebersamaan tersebut terus dibangun. Mahasiswa KKN UIN Suska Riau bersama Bhabinkamtibmas Kampung Bukit Agung menunjukkan bahwa dukungan terhadap ketahanan pangan dapat dilakukan melalui kolaborasi nyata, kepedulian dan keterlibatan langsung di tengah masyarakat.

Ke depan, sinergi antara aparat, mahasiswa dan masyarakat diharapkan semakin kuat sehingga berbagai potensi pertanian di Kampung Bukit Agung dapat terus dikembangkan. Dengan kerja bersama dan komitmen yang berkelanjutan, upaya mewujudkan ketahanan serta swasembada pangan di tingkat kampung diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *