Polantas Karib Edukasi Mahasiswa UMRI Tentang Bahaya Kantuk dan Keselamatan Saat Berkendara 

Batammediaindonesia.com, Pekanbaru — Keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada kondisi kendaraan dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, tetapi juga pada kesiapan fisik pengemudi. Kondisi lelah dan mengantuk dapat menurunkan konsentrasi serta memperlambat kemampuan seseorang dalam merespons situasi yang terjadi di jalan.

Pesan tersebut menjadi salah satu materi utama dalam edukasi keselamatan berlalu lintas yang digelar Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau melalui Subdit Kamsel bersama mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Sabtu (19 – 09 – 2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Secangkir Kopi Sejuta Mimpi” tersebut berlangsung di Kampus UMRI, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.

Edukasi diberikan oleh Tim Polantas Karib Ditlantas Polda Riau yang dipimpin Kasubdit Kamsel AKBP Dasril, S.Pd., M.M. Para mahasiswa diajak berdiskusi mengenai keamanan, keselamatan, ketertiban lalu lintas, sekaligus memahami pentingnya mengenali kondisi tubuh sebelum memutuskan untuk berkendara.

Jangan Paksakan Berkendara Saat Mengantuk

Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau AKBP Dasril mengingatkan bahwa rasa kantuk saat mengemudi tidak boleh dianggap sebagai kondisi sepele.

Ketika seseorang sudah merasa sangat lelah atau mengantuk, kemampuan untuk mempertahankan konsentrasi dapat menurun. Dalam kondisi tertentu, pengemudi juga dapat mengalami microsleep, yakni tertidur sangat singkat tanpa disadari, sehingga berisiko kehilangan kendali kendaraan.

Karena itu, pengendara dianjurkan tidak memaksakan diri meneruskan perjalanan ketika tubuh sudah memberikan tanda-tanda kelelahan.

“Kalau tubuh sudah lelah atau mengantuk, jangan memaksakan diri untuk terus berkendara. Kenali batas kemampuan tubuh dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan,” kata Dasril.

Dalam edukasi tersebut, mahasiswa juga diberikan pemahaman bahwa mengonsumsi kopi bukan berarti membuat seseorang otomatis aman untuk terus berkendara ketika tubuh membutuhkan istirahat.

BACA JUGA  Perkuat Deteksi Dini, Lapas Narkotika Rumbai Gelar Razia Gabungan Bersama Aparat Penegak Hukum

Kopi dapat membantu meningkatkan kewaspadaan untuk sementara pada sebagian orang, tetapi tidak menggantikan kebutuhan tidur dan istirahat yang cukup. Pilihan yang lebih aman ketika kantuk mulai muncul adalah menghentikan kendaraan di tempat yang aman dan beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Mahasiswa Didorong Jadi Pelopor Keselamatan

Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika mengatakan, mahasiswa merupakan kelompok yang memiliki peran penting dalam membangun budaya tertib dan aman berlalu lintas.

Menurutnya, edukasi keselamatan tidak cukup hanya disampaikan melalui aturan, tetapi juga perlu dibangun melalui komunikasi dan keterlibatan langsung dengan masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.

“Mahasiswa merupakan bagian penting dalam menciptakan budaya keselamatan berlalu lintas. Kami berharap pesan yang disampaikan melalui Polantas Karib dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Jeki.

Dalam sesi diskusi, mahasiswa diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan dan pengalaman mereka selama berkendara. Berbagai persoalan mengenai Kamtibmas, Kamseltibcarlantas hingga Green Policing dibahas secara komunikatif oleh personel Subdit Kamsel.

Mahasiswa juga diajak menjadi pelopor keselamatan dengan menerapkan sejumlah kebiasaan sederhana, seperti menggunakan helm berstandar SNI, mematuhi rambu dan marka jalan, menjaga kecepatan, tidak menggunakan telepon seluler ketika berkendara, serta tidak melakukan manuver yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.

Keselamatan Dimulai dari Mengenali Kondisi Diri

Salah satu pesan penting dari kegiatan tersebut adalah bahwa keselamatan berkendara dimulai sebelum kendaraan bergerak.

Pengendara perlu memastikan dirinya berada dalam kondisi cukup istirahat, fokus dan mampu berkonsentrasi. Tanda-tanda seperti sering menguap, kelopak mata terasa berat, sulit mempertahankan fokus, pikiran melamun, atau tidak mengingat beberapa bagian perjalanan dapat menjadi peringatan bahwa tubuh membutuhkan istirahat.

Jika tanda-tanda tersebut muncul, keputusan untuk berhenti sejenak jauh lebih aman dibandingkan mempertaruhkan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

BACA JUGA  Kapolresta Pekanbaru Pimpin Pelantikan Kabag Ren dan Sertijab Kasat Samapta serta Kapolsek Kulim

Pesan ini menjadi penting terutama bagi mahasiswa yang memiliki mobilitas tinggi dan kerap menggunakan sepeda motor sebagai sarana transportasi sehari-hari.

Helm SNI dan Bibit Pohon Dibagikan

Selain memberikan edukasi, Tim Polantas Karib juga menyerahkan helm berstandar SNI kepada mahasiswa UMRI.

Pemberian helm tersebut menjadi bagian dari kampanye keselamatan berkendara sekaligus mengingatkan pentingnya perlindungan kepala bagi pengendara sepeda motor.

Tidak hanya keselamatan di jalan, kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian dari kegiatan. Tim Polantas Karib menyerahkan bibit pohon kepada mahasiswa dan dosen UMRI sebagai bagian dari program Green Policing.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami pentingnya tertib berlalu lintas, tetapi juga ikut menjaga lingkungan di sekitar mereka.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Dasril.

Kegiatan edukasi keselamatan berlalu lintas tersebut berlangsung aman, lancar dan kondusif. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan helm SNI, bibit pohon dan foto bersama.

Melalui pendekatan edukatif dan dialogis, kegiatan Polantas Karib diharapkan dapat memperkuat kesadaran mahasiswa bahwa keselamatan berlalu lintas bukan hanya soal mematuhi aturan, tetapi juga tentang mengambil keputusan yang tepat sebelum dan selama berada di jalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *