Lapas Narkotika Rumbai Panen Lele, Hasil Pembinaan Kemandirian WBP Dukung Ketahanan Pangan

Batammediaindonesia.com, Pekanbaru – Program pembinaan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan kepribadian, tetapi juga diarahkan untuk memberikan keterampilan yang dapat menjadi bekal warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Hal tersebut terlihat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai, Pekanbaru, yang berhasil melaksanakan panen ikan lele dari program pembinaan kemandirian warga binaan, Selasa (22 – 09 – 2026).

Kegiatan budidaya ikan lele tersebut menjadi salah satu bentuk kegiatan produktif yang memberikan kesempatan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk belajar mengelola usaha budidaya ikan secara langsung.

Dalam pelaksanaannya, WBP mendapatkan bimbingan teknis dari petugas lapas. Mereka terlibat dalam proses pengelolaan budidaya hingga ikan dapat dipanen.

Keberhasilan panen menjadi salah satu hasil nyata dari proses pembinaan tersebut. Selain menghasilkan ikan, kegiatan ini memberikan pengalaman praktis kepada WBP mengenai bagaimana sebuah kegiatan budidaya harus dikelola secara teratur dan bertanggung jawab.

Tidak Sekadar Panen Ikan

Budidaya lele di lingkungan lapas memiliki nilai pembinaan yang lebih luas. WBP mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan melalui kegiatan yang membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

Proses pemeliharaan ikan juga mengajarkan bahwa hasil tidak dapat diperoleh secara instan. Diperlukan perawatan dan konsistensi hingga ikan mencapai masa panen.

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan kemandirian karena keterampilan yang diperoleh selama berada di lapas diharapkan dapat menjadi bekal bagi WBP ketika nantinya kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Dengan memiliki pengalaman dalam kegiatan produktif, WBP diharapkan tidak hanya membawa perubahan dalam aspek perilaku, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan secara positif setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Mendukung Ketahanan Pangan

Di sisi lain, budidaya ikan lele juga berkaitan dengan upaya mendukung ketahanan pangan. Ikan merupakan salah satu sumber pangan yang dapat dibudidayakan dengan memanfaatkan lahan dan pengelolaan yang tepat.

BACA JUGA  Ditlantas Polda Riau Siapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Pekerjaan Sambungan Tol Permai–Tol Lingkar Pekanbaru, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

Karena itu, kegiatan panen lele di Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai menjadi bagian dari upaya menghubungkan program pembinaan warga binaan dengan kegiatan produktif yang memiliki manfaat nyata.

Program semacam ini juga membuka ruang bagi warga binaan untuk mengenal aktivitas ekonomi produktif secara langsung. Pengetahuan dan pengalaman tersebut dapat menjadi modal keterampilan yang dapat dikembangkan sesuai potensi masing-masing setelah kembali ke masyarakat.

Pembinaan yang Berorientasi pada Kemandirian

Pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam proses pemasyarakatan. WBP tidak hanya diarahkan untuk menjalani masa pidana, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan dan kesiapan mereka menghadapi kehidupan setelah bebas.

Panen ikan lele di Lapas Narkotika Rumbai menunjukkan bahwa kegiatan sederhana seperti budidaya ikan dapat menjadi media pembelajaran yang memiliki banyak manfaat.

Melalui kegiatan tersebut, WBP belajar menjalankan aktivitas secara teratur, menjaga tanggung jawab terhadap pekerjaan, serta memahami proses menghasilkan suatu produk.

Ke depan, pengembangan kegiatan produktif seperti budidaya ikan dapat menjadi salah satu pilihan pembinaan yang terus dikembangkan sesuai dengan kondisi dan potensi yang dimiliki lapas.

Bagi warga binaan, pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih produktif dan mandiri setelah kembali ke masyarakat.

Panen lele ini pun menjadi gambaran bahwa proses pembinaan di pemasyarakatan dapat diarahkan tidak hanya pada perubahan perilaku, tetapi juga pada peningkatan keterampilan yang memiliki manfaat praktis.

Dengan demikian, hasil panen bukan hanya berupa ikan, tetapi juga pengalaman dan keterampilan yang dapat menjadi bagian dari perjalanan warga binaan menuju kemandirian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *