Batammediaindonesia.com, Pekanbaru – Polresta Pekanbaru menerima kunjungan Tim Penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri dalam rangka penelitian dan evaluasi mutu hasil pengadaan barang dan jasa berdasarkan implementasi sertifikasi Puslitbang Polri.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Zapin Polresta Pekanbaru, Selasa (22 – 09 – 2026), mulai pukul 08.15 WIB hingga 11.00 WIB.
Penelitian ini menjadi bagian dari upaya Puslitbang Polri untuk memastikan proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan kepolisian tidak hanya berjalan sesuai prosedur, tetapi juga mampu menghasilkan barang dan jasa yang memenuhi standar mutu serta benar-benar mendukung kebutuhan operasional di lapangan.
Pengadaan barang dan jasa memiliki posisi penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian. Ketersediaan perlengkapan dan fasilitas yang sesuai spesifikasi, berkualitas, tepat waktu, serta sesuai kebutuhan dapat berpengaruh terhadap efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian, mulai dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan dan pengayoman hingga pelayanan kepada masyarakat.
Melalui Bidang Pemeriksaan dan Pengawasan Mutu (Bidrikwastu), Puslitbang Polri melaksanakan penelitian bertajuk “Evaluasi Mutu Hasil Pengadaan Barang/Jasa Berdasarkan Implementasi Sertifikasi Puslitbang Polri.”
Penelitian tersebut diarahkan untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai implementasi hasil sertifikasi Puslitbang Polri dalam proses pengadaan sekaligus melihat sejauh mana barang dan jasa yang telah diperoleh mampu memenuhi aspek mutu dan kebutuhan operasional satuan kerja kepolisian.
Tiga Aspek Utama Menjadi Fokus Penelitian
Dalam pelaksanaannya, penelitian tersebut memiliki tiga tujuan utama.
Pertama, menganalisis implementasi hasil sertifikasi Puslitbang Polri dalam proses pengadaan barang dan jasa.
Kedua, menganalisis mutu hasil pengadaan barang dan jasa berdasarkan hasil sertifikasi Puslitbang Polri.
Ketiga, menganalisis efektivitas implementasi sertifikasi Puslitbang Polri dalam meningkatkan kualitas hasil pengadaan barang dan jasa.
Ketiga aspek tersebut menjadi penting karena keberhasilan pengadaan tidak hanya dapat dilihat dari terselesaikannya proses administrasi atau tersedianya barang dan jasa. Aspek kualitas, kesesuaian spesifikasi, manfaat serta pemenuhan kebutuhan operasional juga menjadi bagian penting dalam memastikan anggaran yang digunakan memberikan hasil yang optimal bagi organisasi.
Dengan demikian, penelitian Puslitbang Polri diharapkan dapat memberikan gambaran berbasis data mengenai kondisi pengadaan sekaligus mengidentifikasi berbagai hal yang masih perlu diperkuat.
Gunakan Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif
Penelitian dilaksanakan pada delapan Polda sampel, salah satunya Polda Riau beserta sejumlah Polres jajaran.
Pelaksanaan penelitian di wilayah Polda Riau berlangsung pada 21 hingga 24 September 2026. Tim menggunakan pendekatan mixed method, yakni menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif untuk memperoleh data yang lebih menyeluruh.
Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner secara daring, wawancara mendalam, serta observasi secara langsung terhadap website maupun peralatan yang terdapat pada satuan kerja Polda dan Polres yang menjadi sampel penelitian.
Pendekatan tersebut memungkinkan tim peneliti memperoleh informasi tidak hanya berdasarkan data angka atau hasil kuesioner, tetapi juga melalui wawancara dan pengamatan terhadap kondisi di lapangan.
Hasil penelitian nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai pelaksanaan sertifikasi dan mutu hasil pengadaan barang dan jasa di lingkungan Polri.
Dorong Pengadaan yang Berkualitas dan Akuntabel
Penelitian ini juga memiliki nilai strategis dalam mendukung tata kelola pengadaan barang dan jasa di lingkungan Polri.
Evaluasi secara berkala dapat menjadi instrumen untuk mengetahui apakah mekanisme sertifikasi yang diterapkan telah memberikan dampak terhadap kualitas barang dan jasa yang diterima satuan kerja.
Selain itu, hasil penelitian dapat menjadi bahan masukan dalam memperkuat sistem penjaminan mutu, meningkatkan efektivitas proses pengadaan, serta memastikan kebutuhan operasional kepolisian dapat dipenuhi dengan barang dan jasa yang sesuai standar.
Dari sisi tata kelola organisasi, penguatan mutu pengadaan juga berkaitan dengan prinsip efektivitas, transparansi dan akuntabilitas. Pengadaan yang tepat sasaran diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi pelaksanaan tugas kepolisian dan pada akhirnya mendukung kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, penelitian Puslitbang Polri tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan terhadap hasil pengadaan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses evaluasi dan perbaikan berkelanjutan di lingkungan institusi.
Libatkan Tim Peneliti dan Akademisi
Tim penelitian Puslitbang Polri yang melaksanakan kegiatan tersebut terdiri dari Kombes Pol Guno Pitoyo, S.I.K., M.H. selaku Ketua Tim, Pembina Tk. I Ahmad Munif, S.H., M.Si. sebagai anggota, serta Penata Tk. I Mulyanto, S.E. sebagai anggota.
Tim juga didampingi narasumber dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Drs. Suryadi, M.T.
Keterlibatan unsur akademisi dalam penelitian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kajian dengan pendekatan ilmiah, sehingga hasil evaluasi tidak hanya berdasarkan temuan administratif, tetapi juga dapat dianalisis menggunakan metode penelitian yang terukur.
Melalui penelitian ini, Puslitbang Polri diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pimpinan Polri dan pemangku kepentingan terkait dalam meningkatkan kualitas pengadaan barang dan jasa.
Pada akhirnya, pengadaan yang memenuhi standar mutu bukan hanya berkaitan dengan tersedianya fasilitas bagi anggota kepolisian. Lebih jauh, kualitas pengadaan dapat menjadi salah satu faktor pendukung dalam memastikan setiap satuan kerja memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk menjalankan tugas secara efektif serta memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
Penelitian dan evaluasi semacam ini juga menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola organisasi yang terus melakukan perbaikan berdasarkan data, hasil kajian dan kondisi nyata di lapangan.






