Lapas Narkotika Rumbai Tanam Melon dan Kembangkan Budidaya Lele, Perkuat Pembinaan Warga Binaan Lewat Ketahanan Pangan

Batammediaindonesia.com, Pekanbaru, 05 Oktober 2026 — Upaya mendukung program ketahanan pangan sekaligus memperkuat pembinaan keterampilan bagi warga binaan terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai. Salah satunya melalui pengembangan sektor pertanian dan perikanan di area ketahanan pangan lapas.

Kegiatan tersebut diwujudkan melalui penanaman benih melon serta peninjauan perkembangan pembibitan ikan lele. Kegiatan berlangsung di area ketahanan pangan Lapas Narkotika Rumbai dan dihadiri langsung Kepala Lapas Narkotika Rumbai, Ismadi, didampingi Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik), Sunu Istiqomah Danu.

Penanaman melon menjadi bagian dari pemanfaatan lahan agar dapat dikelola secara produktif. Di sisi lain, pembibitan lele juga terus dipantau untuk memastikan kegiatan budidaya perikanan tersebut berkembang dengan baik.

Kepala Lapas Narkotika Rumbai, Ismadi, menegaskan bahwa program ketahanan pangan tidak semestinya hanya dipandang sebagai kegiatan rutin. Menurutnya, pengelolaan yang serius diperlukan agar program dapat memberikan hasil maksimal dan menghadirkan manfaat yang nyata.

“Program ketahanan pangan ini bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi juga harus dikelola secara sungguh-sungguh agar memberikan hasil yang maksimal dan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh penghuni lapas maupun masyarakat sekitar,” ujar Ismadi.

Program tersebut memiliki nilai lebih karena tidak hanya berorientasi pada hasil pertanian dan perikanan. Aktivitas di bidang budidaya melon dan ikan lele juga menjadi bagian dari proses pembinaan keterampilan bagi warga binaan.

Melalui keterlibatan dalam kegiatan produktif, warga binaan diharapkan memperoleh pengalaman praktis mengenai pengelolaan tanaman maupun budidaya ikan. Keterampilan tersebut dapat menjadi salah satu bekal ketika mereka nantinya kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Pendekatan pembinaan berbasis keterampilan juga membuka ruang bagi warga binaan untuk mengenal aktivitas yang memiliki nilai produktif. Pertanian dan perikanan, misalnya, dapat menjadi bidang yang dipelajari secara langsung melalui proses perawatan, pemantauan pertumbuhan hingga pengelolaan hasil.

BACA JUGA  Semarak HUT ke-81 RI, Lapas Narkotika Rumbai Raih Juara III Turnamen Catur Tingkat Kanwil Ditjenpas Riau

Di sisi lain, pemanfaatan area ketahanan pangan di lingkungan lapas menunjukkan bahwa lahan yang tersedia dapat diarahkan untuk kegiatan yang memiliki manfaat lebih luas. Pengembangan melon dan pembibitan lele menjadi kombinasi kegiatan pertanian dan perikanan yang mendukung semangat kemandirian serta produktivitas.

Lapas Narkotika Rumbai pun terus mendorong agar program tersebut tidak berhenti pada kegiatan penanaman atau pembibitan semata. Konsistensi dalam perawatan, pemantauan perkembangan, serta pengelolaan menjadi bagian penting agar program ketahanan pangan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya berbicara mengenai produksi pangan, tetapi juga tentang bagaimana lingkungan pemasyarakatan dapat menjadi ruang pembelajaran dan pembentukan keterampilan.

Melalui program ketahanan pangan yang dikelola secara serius, Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai berupaya menghadirkan pembinaan yang lebih produktif, sekaligus mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *