Interkoneksi pipa dikebut, BP Batam perkuat suplai air ke wilayah Nongsa di tengah El Niño

Batammediaindonesia.com, Batam, 06 Oktober 2026 — Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memperkuat langkah mitigasi untuk menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih bagi masyarakat di wilayah Nongsa dan sekitarnya. Upaya tersebut dilakukan menyusul kondisi sumber air baku Waduk Nongsa yang terdampak minimnya curah hujan selama periode musim kemarau.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah membangun interkoneksi pipa dari sistem pengolahan air Duriangkang menuju wilayah Nongsa. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat pasokan sekaligus menjaga keseimbangan sistem distribusi air di Batam.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan kondisi sumber air baku di Nongsa perlu disikapi dengan langkah mitigasi agar pelayanan kepada masyarakat tetap dapat dipertahankan.

“Memang kondisi sumber air baku Nongsa saat ini perlu kita sikapi bersama. Kondisi cuaca dan curah hujan yang relatif rendah turut memengaruhi ketersediaan air baku. Karena itu, pekerjaan interkoneksi ini kami lakukan untuk mengejar kebutuhan pelayanan bagi warga dan pengaturan suplai perlu dilakukan agar sumber air yang tersedia dapat dikelola secara optimal,” ujar Denny.

Interkoneksi pipa 250 mm dikebut

Denny menjelaskan, pekerjaan interkoneksi berupa pemasangan pipa berdiameter 250 milimeter sepanjang sekitar 30 meter di Jalan Hang Lekiu, Sambau, Nongsa, dikebut dan dijadwalkan selesai pada Senin malam, 5 Oktober 2026.

Setelah pekerjaan tersebut selesai, normalisasi aliran air ke rumah pelanggan diperkirakan berlangsung secara bertahap mulai Selasa malam.

Selama proses pengerjaan dan penyesuaian sistem, BP Batam juga menyiagakan armada tangki air untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Armada tersebut ditempatkan di depan Polda Kepri melalui hidran pemadam, dengan pendistribusian dikawal oleh Polsek Nongsa bersama Tim SPAM.

“Khusus wilayah Bakau Serip, Kelurahan Sambau, Nongsa dan sekitarnya, sedang disiapkan dukungan suplai dari IPAM Duriangkang. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi sumber air baku Nongsa saat ini,” katanya.

BACA JUGA  Kapolresta Barelang Hadiri Groundbreaking Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Galang, Pengamanan Berjalan Aman dan Kondusif

El Niño kuat turut menekan ketersediaan air baku

Persoalan pasokan air tersebut tidak terlepas dari kondisi cuaca. Berdasarkan pemantauan BMKG hingga awal Oktober 2026, fenomena El Niño masih berada pada kategori sangat kuat.

Kondisi tersebut tercermin dari nilai Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -20,4 dan indeks Niño 3.4 sebesar +2,63. BMKG menyebut kondisi El Niño dapat membatasi pembentukan awan hujan secara luas di wilayah Indonesia.

Di Batam, Waduk Nongsa menjadi salah satu sumber air baku yang paling terdampak akibat minimnya curah hujan selama periode musim kemarau hingga Dasarian I Oktober 2026.

“Memang kondisi sekarang ini bukan hanya di Batam, tapi di seluruh Indonesia, ada gejala El Niño yang sangat kuat sehingga mengakibatkan banyak kekeringan meteorologis,” jelas Denny.

Pengaturan suplai dilakukan untuk menjaga keseimbangan sistem

Selain mengandalkan interkoneksi dari sistem Duriangkang, BP Batam bersama PT Air Batam Hilir dan BU SPAM BP Batam juga melakukan penyesuaian pengaturan suplai air.

Langkah tersebut dilakukan agar ketersediaan air yang ada dapat dikelola secara optimal dan pelayanan tetap terjaga secara menyeluruh.

“PT Air Batam Hilir bersama BU SPAM BP Batam akan melakukan penyesuaian pengaturan suplai air untuk menjaga pelayanan dengan mempertimbangkan kondisi sumber air baku di Nongsa,” terang Denny.

Penyesuaian tersebut berpotensi memengaruhi tekanan maupun waktu aliran air di sejumlah wilayah, terutama pada jam pemakaian puncak.

Beberapa kawasan yang berpotensi mengalami dampak antara lain Batam Center, Panorama Regency, Buana Vista, Prasetya, Renggali, Bintang Raya, Bida 3, The Hill, Paragon, Bukit Palem, Pemko Sekawan, Taman Raya, BSI dan sekitarnya.

Dampak penyesuaian juga berpotensi dirasakan di kawasan Batu Aji–Sagulung, Sei Lekop dan sekitarnya.

BACA JUGA  Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 Resmi Bergulir, BP Batam Siapkan Panggung Lahirnya Bintang Sepak Bola Masa Depan Indonesia

“Penyesuaian ini merupakan langkah mitigasi untuk menjaga keseimbangan sistem secara keseluruhan. Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air baku maupun distribusi di lapangan sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan,” ujar Denny.

Masyarakat diminta bijak menggunakan air

Dalam kondisi sumber air baku yang terbatas, BP Batam mengimbau masyarakat yang aliran airnya masih terpenuhi untuk menggunakan air secara bijak.

Masyarakat diminta menghindari pemakaian berlebihan, mengatur penggunaan air pada jam puncak serta menyiapkan cadangan air secukupnya sebagai langkah antisipasi selama proses penyesuaian sistem berlangsung.

“Terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan kerja sama pelanggan. Bersama, kita gunakan air secara bijak,” kata Denny.

Masyarakat juga diimbau memperoleh informasi terbaru maupun menyampaikan keluhan melalui saluran resmi layanan pelanggan Air Batam Hilir, sehingga gangguan atau persoalan distribusi dapat segera ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan.

Upaya interkoneksi pipa dan penyesuaian suplai tersebut menjadi bagian dari langkah mitigasi BP Batam menghadapi tekanan terhadap ketersediaan air baku. Dengan penguatan pasokan dari sistem Duriangkang dan pengelolaan distribusi secara bertahap, pelayanan air bersih diharapkan kembali lebih stabil dan kebutuhan masyarakat Batam tetap dapat terlayani di tengah kondisi cuaca yang masih menantang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *