107 Personel Gabungan Sisir Dua Lokasi di Batam, 21 dari 29 Orang Positif Tes Urine

Batammediaindonesia.com, Batam – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepulauan Riau mengamankan 29 orang dalam penindakan di dua lokasi di Kota Batam, Sabtu (10 – 10 – 2026) malam. Dari hasil pemeriksaan urine, 21 orang dinyatakan positif, sedangkan delapan lainnya negatif.

Penindakan tersebut melibatkan 107 personel gabungan Polda Kepri dan menyasar dua kawasan, yakni gang di sebelah Gelper Super Mario Bros, Ruko Pasar Mitra Mall, Batu Aji, serta kawasan Ruli Kampung Madani, Kelurahan Muka Kuning, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penanganan dugaan penyalahgunaan narkotika sekaligus tindak lanjut terhadap kondisi di lapangan yang menjadi sasaran pemeriksaan petugas.

Pemeriksaan Dilakukan di Dua Lokasi

Di lokasi pertama, kawasan gang di sebelah Gelper Super Mario Bros, Ruko Pasar Mitra Mall, Batu Aji, petugas mengamankan 20 orang untuk menjalani pemeriksaan. Hasil tes urine menunjukkan 12 orang positif dan delapan orang lainnya negatif.

Sementara itu, di kawasan Ruli Kampung Madani, Kelurahan Muka Kuning, Kecamatan Sei Beduk, petugas mengamankan sembilan orang. Berdasarkan hasil pemeriksaan urine, seluruhnya dinyatakan positif.

Dengan demikian, dari total 29 orang yang diamankan di kedua lokasi, sebanyak 21 orang atau sekitar 72,4 persen dinyatakan positif berdasarkan hasil tes urine. Adapun delapan orang lainnya atau sekitar 27,6 persen memperoleh hasil negatif.

Data tersebut menggambarkan hasil pemeriksaan awal di dua lokasi yang menjadi sasaran penindakan. Hasil tes urine positif tidak dengan sendirinya menentukan status hukum seseorang, sehingga diperlukan pemeriksaan dan penanganan lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.

Petugas Temukan Sejumlah Barang yang Diduga Berkaitan dengan Narkotika

Dalam kegiatan tersebut, petugas turut menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika. Barang-barang itu meliputi alat isap sabu atau bong, kaca pirex, pipet plastik, korek api gas, serta plastik kecil.

BACA JUGA  BREAKING NEWS: Dua Sepeda Motor Terlibat Kecelakaan di Sagulung, Diduga Akibat Pengendara Melawan Arus

Temuan tersebut menjadi bagian dari hasil kegiatan yang selanjutnya dapat ditindaklanjuti melalui pemeriksaan sesuai prosedur. Namun, jenis, jumlah, dan keterkaitan setiap barang dengan masing-masing orang yang diamankan perlu dipastikan melalui proses pemeriksaan lebih lanjut.

 

21 Orang Akan Menjalani Pemeriksaan Awal dan Asesmen Medis

Terhadap 21 orang yang dinyatakan positif tes urine, selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan awal dan asesmen medis di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau. Tahapan tersebut ditujukan untuk membantu menentukan penanganan lanjutan sesuai hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.

Proses asesmen menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing orang. Karena itu, hasil tes urine perlu ditindaklanjuti secara profesional dengan tetap memperhatikan prosedur dan ketentuan hukum.

Kegiatan penindakan berakhir pada Minggu (11 – 10 – 2026) pukul 02.16 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan dilaporkan berlangsung aman, terkendali, dan kondusif.

Masyarakat Diajak Berperan dalam Pencegahan Narkotika

Pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari aparat penegak hukum, keluarga, lingkungan pendidikan, hingga masyarakat.

Masyarakat diharapkan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui aktivitas yang mencurigakan serta diduga berkaitan dengan narkotika.

Pelaporan yang disampaikan melalui saluran resmi dapat membantu aparat menindaklanjuti informasi sesuai prosedur. Di sisi lain, edukasi mengenai bahaya narkotika dan dukungan terhadap penanganan yang tepat juga diperlukan untuk memperkuat upaya pencegahan di lingkungan masyarakat.

Penanganan penyalahgunaan narkotika tidak hanya berkaitan dengan penindakan, tetapi juga membutuhkan pemeriksaan yang akurat, asesmen yang sesuai, serta langkah pencegahan berkelanjutan agar masyarakat semakin terlindungi dari dampak penyalahgunaan narkotika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *