Batammediaindonesia.com, Pasaman Barat, 23 September 2026 – Deru mesin dan aksi para pembalap mewarnai pelaksanaan Lomba Grasstrack Perebutan Medali Kapolres Pasaman Barat Tahun 2026. Ajang tersebut tidak hanya menjadi arena adu kecepatan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai bagian dari proses seleksi dan pembinaan atlet Grasstrack yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat Tahun 2026.
Lomba tersebut secara resmi dibuka oleh Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk menjaring pembalap potensial yang dinilai memiliki kemampuan untuk memperkuat kontingen Kabupaten Pasaman Barat pada ajang olahraga tingkat provinsi.
Bagi Pasaman Barat, momentum tersebut memiliki arti penting. Porprov XVI Sumatera Barat dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 14 Oktober 2026. Selain menjadi peserta, Pasaman Barat juga dipercaya menjadi tuan rumah untuk cabang olahraga Grasstrack dan Arung Jeram.
Karena itu, proses pembinaan dan persiapan atlet menjadi salah satu bagian penting yang perlu dilakukan sejak sebelum pertandingan berlangsung.
Dari Lintasan Grasstrack, Atlet Potensial Mulai Dijaring
Sejak perlombaan dimulai, para pembalap menunjukkan kemampuan terbaiknya di lintasan. Mereka dituntut memiliki keterampilan mengendalikan kendaraan, kecepatan, konsentrasi, keberanian serta kemampuan membaca karakter lintasan.
Namun, kompetisi tersebut tidak semata-mata berbicara mengenai siapa yang mampu melaju paling cepat.
Setiap peserta juga mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan konsistensi, kedisiplinan dan kemampuan bertanding dalam suasana kompetisi yang lebih terukur. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam proses melihat potensi atlet yang nantinya dapat mendapatkan pembinaan lebih lanjut.
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto mengatakan, penyelenggaraan lomba merupakan bentuk dukungan terhadap perkembangan olahraga, khususnya olahraga otomotif, sekaligus menjadi wadah pembinaan generasi muda.
“ Kegiatan ini kami laksanakan bukan sekadar untuk mencari siapa yang tercepat, tetapi juga menjadi wadah pembinaan dan penjaringan atlet-atlet potensial yang nantinya dapat dipersiapkan untuk membawa nama Kabupaten Pasaman Barat pada Porprov XVI Sumatera Barat,” ujar AKBP Agung Tribawanto.
Menurutnya, olahraga dapat menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat sekaligus membangun karakter melalui proses latihan dan kompetisi.
Hobi Balap Diarahkan ke Kompetisi Resmi
Grasstrack memiliki daya tarik tersendiri bagi kalangan muda. Besarnya minat terhadap olahraga otomotif tersebut perlu diimbangi dengan wadah yang resmi, aman dan terarah.
Melalui kegiatan kompetisi seperti ini, para pembalap dapat menyalurkan kemampuan mereka dalam lingkungan pertandingan yang memiliki aturan dan standar keselamatan.
Kapolres mengatakan, penyelenggaraan kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mengarahkan energi generasi muda kepada aktivitas yang positif.
“Kami ingin memberikan ruang kepada para pembalap muda untuk menyalurkan hobi dan kemampuan mereka di tempat yang resmi, aman dan terukur. Dengan adanya kegiatan seperti ini, energi serta semangat anak-anak muda dapat diarahkan kepada kegiatan yang positif, sekaligus menjauhkan mereka dari aktivitas balap liar yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” katanya.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa pembinaan olahraga otomotif tidak hanya berkaitan dengan pencapaian prestasi, tetapi juga bagaimana kegiatan tersebut dapat memberikan ruang yang lebih aman bagi anak muda untuk mengembangkan minat dan bakat.
Sportivitas dan Keselamatan Tetap Menjadi Prioritas
Di tengah persaingan di lintasan, Kapolres Pasaman Barat juga mengingatkan para peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan mematuhi seluruh ketentuan perlombaan.
Menurutnya, keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga kedisiplinan, mental bertanding dan sikap menghargai peserta lainnya.
“Saya berharap seluruh peserta dapat bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas, mematuhi seluruh aturan perlombaan dan tetap mengutamakan keselamatan. Tunjukkan kemampuan terbaik, tetapi jangan mengabaikan aspek safety dan ketertiban,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penting dalam olahraga otomotif yang memiliki karakter kompetitif dan membutuhkan perhatian serius terhadap aspek keselamatan pembalap maupun pihak lain yang berada di sekitar lintasan.
Persiapan Menuju Porprov XVI Sumbar
Lomba Grasstrack Perebutan Medali Kapolres Pasaman Barat juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Porprov XVI Sumatera Barat.
Para pembalap yang menunjukkan kemampuan dan potensi selama kompetisi dapat menjadi bagian dari proses pembinaan dan seleksi atlet yang dipersiapkan untuk menghadapi pertandingan tingkat provinsi.
Terlebih, Pasaman Barat nantinya tidak hanya tampil sebagai daerah peserta, tetapi juga mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah cabang olahraga Grasstrack dan Arung Jeram.
Kondisi tersebut membuat kesiapan atlet, perangkat pertandingan, sarana pendukung, keamanan dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian yang saling berkaitan.
Kapolres berharap dari proses seleksi tersebut dapat muncul atlet-atlet terbaik yang memiliki kemampuan teknis sekaligus mental bertanding.
“Harapan kami, dari seleksi ini akan lahir atlet-atlet terbaik Pasaman Barat yang memiliki kemampuan, mental dan disiplin untuk bersaing di tingkat provinsi. Kami ingin mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi mampu memberikan prestasi dan mengharumkan nama daerah,” ungkapnya.
Pembinaan Atlet Tidak Berhenti di Satu Perlombaan
Menurut Kapolres, kompetisi seharusnya menjadi bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan. Para peserta yang berhasil maupun yang belum memperoleh hasil terbaik tetap memiliki kesempatan untuk berkembang melalui latihan dan evaluasi.
Ia pun mengingatkan para pembalap agar tidak berhenti berlatih setelah perlombaan selesai.
“Jangan berhenti berlatih setelah perlombaan ini selesai. Bagi yang berhasil, terus tingkatkan kemampuan. Bagi yang belum mendapatkan hasil terbaik, jangan berkecil hati. Jadikan kompetisi ini sebagai pengalaman untuk memperbaiki kekurangan dan terus berkembang,” pesan Kapolres.
Pesan tersebut sekaligus menempatkan kompetisi sebagai sarana evaluasi. Hasil perlombaan dapat menjadi bahan untuk melihat kemampuan masing-masing peserta sekaligus mengetahui aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Sinergi Banyak Pihak Dukung Pembinaan Olahraga
Kelancaran kegiatan juga tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari kepolisian, pemerintah daerah, KONI, Ikatan Motor Indonesia (IMI), panitia penyelenggara, komunitas otomotif hingga masyarakat.
Kolaborasi tersebut diperlukan karena pembinaan atlet tidak hanya membutuhkan kemampuan pembalap. Faktor lain seperti ketersediaan lintasan, perangkat pertandingan, keselamatan, keamanan dan dukungan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan olahraga.
Sebelumnya, KONI Sumatera Barat juga telah melakukan koordinasi bersama KONI Pasaman Barat dan IMI Sumbar terkait kesiapan Pasaman Barat sebagai tuan rumah cabang olahraga Grasstrack dan Arung Jeram pada Porprov XVI Sumbar.
Dalam konteks tersebut, pelaksanaan Lomba Grasstrack Perebutan Medali Kapolres Pasaman Barat memberikan kesempatan kepada para pembalap untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus menguji kemampuan mereka di lintasan.
Harapan Lahirnya Pembalap Berprestasi dari Pasaman Barat
Keberadaan kompetisi Grasstrack di Pasaman Barat diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan satu event. Pembinaan yang dilakukan secara konsisten berpotensi memberikan ruang lebih luas bagi generasi muda yang memiliki minat terhadap olahraga otomotif.
Kapolres Pasaman Barat berharap olahraga tersebut dapat berkembang dan melahirkan pembalap yang mampu bersaing di berbagai tingkatan kompetisi.
“Kita ingin olahraga otomotif di Pasaman Barat semakin maju. Mudah-mudahan dari kegiatan ini muncul bibit-bibit pembalap yang memiliki prestasi dan karakter yang baik, sehingga ke depan mampu mengharumkan nama Pasaman Barat dan Sumatera Barat,” tuturnya.
Dengan demikian, Lomba Grasstrack Perebutan Medali Kapolres Pasaman Barat Tahun 2026 tidak hanya dapat dilihat sebagai kompetisi di lintasan.
Di balik deru mesin dan persaingan para pembalap, terdapat proses penjaringan, pembinaan, pembentukan mental bertanding serta upaya menyediakan ruang yang positif bagi generasi muda.
Bagi Pasaman Barat, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menuju Porprov XVI Sumatera Barat 2026, sekaligus momentum untuk mengoptimalkan potensi olahraga otomotif daerah.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan, pengalaman kompetisi yang cukup serta dukungan berbagai pihak, para pembalap muda Pasaman Barat diharapkan dapat terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan olahraga di tingkat provinsi.












